Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Sajian gorengan yang dijual di pinggir jalan. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Penelitian terbaru melansir dari Medical Daily menyimpulkan kesehatan saluran pencernaan menjadi kunci kesehatan manusia karena menentukan kekebalan seseorang, kesehatan mental, serta kemungkinan munculnya masalah kesehatan serius seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit autoimun.
Termasuk pula kesehatan usus, faktor seperti gen keluarga, lingkungan, obat-obatan, dan pola makan menentukan kesehatan mikrobioma usus, namun kualitas dan jenis asupan makanan memainkan peran penting.
Oleh karenanya guna menjaga kesehatan usus yang lebih baik, berikut daftar sejumlah makanan yang mesti dihindari.
1. Gula
Bakteri usus yang sehat dapat hilang jika mengonsumsi terlalu banyak gula, alhasil memicu peradangan pada tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan yang jauh lebih serius. Studi telah membuktikan seseorang yang diet tinggi gula memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami sembelit serta gangguan fungsi usus secara keseluruhan.
2. Makanan olahan
Kandungan garam, lemak, gula, dan beragam jenis bahan tambahan makanan seperti pengawet pada makanan olahan berpotensi mengganggu keseimbangan mikrobioma yang sehat.
3. Daging merah
Konsumsi daging merah dapat meningkatkan strain bakteri tertentu tumbuh berlebihan di usus dan berdampak negatif bagi kesehatan usus.
4. Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng tinggi akan lemak jenuh sehingga makanan jadi lebih sulit dicerna. Dampaknya berbahaya bagi usus sebab dapat menyebabkan peradangan dan masalah terkait usus lainnya.
5. Pemanis buatan
Pemanis buatan termasuk pengganti gula rendah kalori menurut WHO tak efektif untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang. Diketahui bahwa pemanis buatan memengaruhi komposisi mikrobioma usus, meningkatkan intoleransi glukosa, serta menyebabkan penyakit metabolik.
6. Alkohol
Mengonsumsi alkohol berlebih dapat merusak lapisan usus bahkan bakteri berpotensi tumbuh secara berlebihan alhasil dapat menyebabkan pencernaan yang buruk dan refluks asam.
Sementara itu, berikut beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan usus.
1. Makanan fermentasi
Yogurt, kimchi, sauerkraut, serta tempe ialah jenis makanan fermentasi yang membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik sekaligus mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab penyakit di usus.
2. Makanan kaya serat
Buah-buahan, polong-polongan, dan kacang-kacangan merupakan sumber kaya serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Meski demikian, diet kaya serat baik untuk tubuh karena merangsang pertumbuhan bakteri tertentu di usus, yang memakan serat untuk pertumbuhannya.
3. Makanan kaya probiotik
Makanan kaya probiotik seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus yang membantu pencernaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Antrean BBM di Sumatra ditargetkan terurai dalam satu hingga dua hari. Lonjakan konsumsi dan panic buying menjadi penyebab utama.
Transaksi KDKMP sepanjang 2026 mencapai Rp56,8 miliar. Pupuk menjadi komoditas terlaris dan distribusi barang subsidi akan diperkuat.
Pemkot Magelang menata kawasan Taman Kyai Langgeng untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung pelaku UMKM tanpa penggusuran.
DIY memperkuat pelaku industri batik melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menjaga warisan dunia UNESCO dan pasar global.
Mahasiswa di Kota Jogja kehilangan motor Honda CBR 150 di rumah kos saat menghadiri kondangan. Polisi masih memburu dua pelaku yang terekam CCTV.