Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Cadev Jadi Penahan
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Selat Solo.ist/Antara
Harianjogja.com, SOLO — Idul Adha identik dengan olahan daging kurban seperti sate dan gulai. Namun, tahukah Anda bahwa ada menu alternatif yang tak kalah lezat sekaligus sarat sejarah? Salah satunya adalah Selat Solo, hidangan khas Jawa yang menawarkan perpaduan rasa unik antara manis, gurih, dan segar.
Menurut pencerita kuliner Ade Putri Paramadita, Selat Solo merupakan contoh nyata akulturasi budaya antara Jawa dan Eropa, khususnya Belanda. Hidangan ini terinspirasi dari bistik ala Barat seperti Biefstuk, namun telah mengalami penyesuaian rasa agar sesuai dengan lidah masyarakat lokal.
“Selat Solo itu adaptasi dari bistik, tapi dengan rasa manis khas Jawa. Jadi sangat berbeda dari versi aslinya,” jelasnya.
Cita Rasa Unik yang Bikin Ketagihan
Berbeda dengan bistik Eropa yang dominan gurih dan creamy, Selat Solo menghadirkan kuah ringan berbasis kaldu dengan sentuhan kecap manis. Daging sapi dimasak empuk dan disajikan bersama pelengkap seperti telur bacem, kentang goreng, wortel, buncis, acar, serta taburan bawang goreng.
Tak hanya soal rasa, penyajian Selat Solo juga menarik karena memadukan gaya plating Barat dengan elemen tradisional Jawa. Hal ini tidak lepas dari pengaruh budaya Keraton Surakarta pada masa kolonial yang menjadi pusat pertemuan budaya.
Tren Olahan Daging Kurban Makin Beragam
Dalam beberapa tahun terakhir, tren olahan daging kurban di Indonesia semakin berkembang. Berdasarkan tren pencarian kuliner 2025–2026, minat masyarakat terhadap menu non-santan meningkat, terutama untuk hidangan yang lebih ringan dan sehat.
Selain Selat Solo, beberapa menu alternatif yang mulai populer antara lain:
Ade menyebut, kreativitas dalam mengolah daging kurban sangat penting agar tidak monoton. Bahkan, daging kambing yang sering dianggap sulit diolah kini mulai banyak dimasak menjadi rendang atau hidangan modern lainnya.
Idul Adha Jadi Momen Eksplorasi Rasa
Idul Adha bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga kesempatan untuk mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. Dengan mencoba menu seperti Selat Solo, masyarakat bisa menikmati hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh nilai sejarah dan budaya.
Jadi, jika Anda ingin suasana berbeda di meja makan saat Idul Adha tahun ini, Selat Solo bisa menjadi pilihan tepat: unik, lezat, dan penuh cerita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menghangatkan dunia modifikasi Indonesia melalui gelaran modifikasi sepeda motor terbesar yakni Honda Modif Contest (HMC)
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Di tengah impitan tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan setiap rupiah
Francesco Bagnaia membidik podium di MotoGP Jerman 2026 meski mengakui Sachsenring bukan sirkuit favoritnya. Hasil positif dibutuhkan untuk memperbaiki posisi k