OPINI: Pemilu Serbia dan Brasil: Gelombang Antikemapanan Lintas Benua?
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
Buka puasa di Artotel Yogyakarta, Sleman./ Ist/Artotel Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA—Ramadan segera tiba. Kewajiban puasa pun akan segera terlaksana. Persiapan diri tak sekadar mengganti puasa yang bolong tahun lalu tapi fisik juga perlu dipersiapkan, sehingga ibadah puasa lebih, khusyuk, afdhal, dan kuat menjalani hari-hari.
Perubahan mencolok seperti bangun sebelum subuh untuk sahur maupun jam makan yang berubah, tentu akan sulit jika tubuh tidak terbiasa.
Oleh karena itu perhatikan lima hal ini agar tubuh tidak kaget saat menjalani ibadah puasa:
Hobi maraton drakor tiap malam? Atau punya kebiasaan begadang? Mulailah ubah kebiasaan tidur agar tidak kesiangan untuk sahur, contohnya melatih diri untuk tidur jam 10 dan bangun tepat di waktu salat subuh.
Baca juga: No Mixer, No Oven, Bikin Kue Kering Cuma Pakai Garpu? Coba yuk!
Masih kesulitan untuk tidur cepat? Maka coba lakukan persiapan tidur lebih awal seperti meredupkan atau mematikan lampu begitu juga dengan TV serta ponsel setengah jam sebelum waktu tidur.
Bisa juga mencoba metode tidur cepat ala militer caranya ialah pertama relaksasi seluruh wajah termasuk otot-otot di dalam mulut, letakkan tangan di samping tubuh dan turunkan bahu untuk melepaskan ketegangan, rilekskan seluruh bagian tubuh termasuk betis, kaki hingga paha. Kemudian tarik serta buang napas perlahan, biarkan dada rileks.
Hanya karena puasa segera tiba tidak berarti kamu harus menjajal semua makanan yang belum pernah dicoba.
Selain melatih tubuh untuk tidak makan berlebihan hal ini bisa menjadi latihan menahan hawa nafsu makan saat Ramadan. Ganti kebiasaan makan berlebihan dengan mengonsumsi makanan kaya lemak dan protein tinggi yang sehat agar tidak mudah lapar.
Kebiasaan mengonsumsi kafein seperti kopi atau teh, serta kebiasaan merokok pastinya akan berkurang saat puasa, oleh karena itu kamu perlu mengurangi konsumsi kafein dan kebiasaan merokok perlahan-lahan, misal dari ngopi dua kali sehari menjadi sekali sehari.
Selain mengurangi kemungkinan sakit kepala pada minggu awal puasa, pengeluaran untuk kopi dan rokok jadi bisa disimpan untuk membayar zakat di penghujung bulan Ramadan.
Olahraga memang menguras tenaga namun bukan berarti puasa jadi penghalang untuk berolahraga. Selain mengurangi intensitasnya, mengubah waktu olahraga di sore hari bisa jadi pilihan.
Bukan tanpa alasan, olahraga di sore hari terutama menjelang buka puasa justru lebih efektif mengurangi berat badan, sebab perut dalam kondisi kosong dan membutuhkan energi yang didapatkan dengan cara memecah lemak tubuh. Namun jika tujuannya menambah massa otot pada tubuh, olahraga sebaiknya dilakukan setelah buka puasa.
Kesempatan makan saat puasa hanyalah dua hingga tiga kali yakni saat sahur, buka, dan tak jarang setelah salat tarawih. Tak ada lagi waktu untuk menikmati cemilan favorit, kurangi atau hindari asupan camilan dan biasakan diri makan dua atau tiga kali sehari.
Sehingga tubuh nantinya telah terbiasa dan terasa lebih nyaman dengan jumlah makanan yang lebih sedikit saat puasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
Pakar UII Yudi Prayudi menjelaskan fungsi LIMS dan pentingnya pengawasan hukum serta audit forensik dalam penyadapan.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menilai penetapan mantan petinggi Polri sebagai tersangka kasus penyadapan menjadi momentum pembenahan institusi.
Helikopter MI-17V5 jatuh saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Tanjung Puting. Dua kru meninggal dunia dan satu masih dicari.
Kiai Kanjeng membawakan Fix You milik Coldplay dengan aransemen gamelan Jawa di Purawisata Amphitheater Jogja.
Iran mengklaim empat kapal tanker terbakar akibat ranjau laut dan dua kapal lainnya ditahan di tengah ketegangan Selat Hormuz.