SPMB Jateng 2026 Resmi Dibuka, Daya Tampung Baru 40 Persen
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Jahe memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Jahe merupakan salah satu rempah yang berasal dari Asia Tenggara. Tak hanya mahsyur karena cita rasanya yang mampu memberikan kehangatan alami pada tubuh, ternyata jahe juga miliki segudang manfaat lain untuk tubuh.
Jahe merupakan rempah yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae. Tanaman ini masih dalam satu genus yang sama dengan kunyit, kapulaga, dan lengkuas.
Rimpang (bagian batang bawah tanah) adalah bagian yang biasa digunakan sebagai bumbu. Ini sering disebut akar jahe atau, sederhananya, jahe.
BACA JUGA: Awas! Anak Keracunan Paracetamol, Bisa Sebabkan Kematian
Jahe dapat digunakan baik secara langsung, kering hingga bubuk. Rempah ini merupakan bahan yang sangat umum digunakan dalam resep. Bahkan tak jarang kerap digunakan ke dalam bahan olahan kosmetik.
Gingerol adalah senyawa bioaktif utama dalam jahe. Gingerol memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat.
Diantara manfaat gingerol adalah, dapat membantu mengurangi stres oksidatif , yang merupakan hasil dari kelebihan jumlah radikal bebas dalam tubuh.
Jahe banyak dipercaya mampu menjadi obat mual. Bahkan, beberapa ibu hamil juga meminum campuran air jahe untuk mengatasi suasana morning sickness atau mual yang kerap muncul di pagi hari saat awal kehamilan.
Sekitar 1 hingga 1,5 gram jahe dapat membantu mencegah berbagai jenis mual, termasuk mual terkait kemoterapi, mual setelah operasi, dan mual di pagi hari.
Mengacu pada berbagai penelitian yang dilakukan, jahe dipercaya dapat membantu seseorang untuk menurunkan berat badan.
Dilansir dari Healthline, dalam sebuah studi yang dilakukan terhadap 80 wanita dengan obesitas ditemukan bahwa jahe juga dapat membantu mengurangi indeks massa tubuh (BMI) dan kadar insulin darah. Kadar insulin darah yang tinggi secara langsung berhubungan dengan obesitas.
BACA JUGA: Faktor-Faktor Risiko Kanker Payudara, Salah Satunya Kehamilan di Atas Usia 30 Tahun
Osteoarthritis (OA) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi. Penyakit ini melibatkan degenerasi sendi di tubuh, yang menyebabkan gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan.
Dalam sebuah tinjauan literatur, ditemukan bahwa pengidap osteoarthritis yang rutin mengonsumsi jahe dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kecacatan yang signifikan.
Jahe telah terbukti mampu menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki berbagai faktor risiko penyakit jantung pada penderita diabetes tipe 2.
Dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2015 terhadap 41 peserta dengan diabetes tipe 2, didapatkan hasil bahwa 2 gram bubuk jahe per hari menurunkan gula darah puasa sebesar 12 persen.
Siapa yang sangka bahwa jahe mampu atasi gangguan pencernaan kronis? Untuk diketahui, gangguan pencernaan kronis biasanya ditandai dengan nyeri berulang dan ketidaknyamanan di bagian atas perut.
Jahe mampu mempercepat pengosongan lambung, yang dapat bermanfaat bagi penderita gangguan pencernaan dan sensasi tidak nyaman yang muncul di perut lantaran masalah gangguan pencernaan kronis.
Jahe menjadi salah satu rempah yang sangat efektif melawan nyeri haid bila diminum pada awal periode menstruasi.
Bahkan, dalam studi terbaru disimpulkan bahwa jahe lebih efektif daripada plasebo dan sama efektifnya dengan obat-obatan seperti asam mefenamat dan asetaminofen/kafein/ibuprofen (Novafen).
Kadar kolesterol LDL (jahat) yang tinggi erat kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Ada beberapa bukti bahwa jahe dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (jahat), kolesterol total, dan trigliserida darah secara signifikan.
Dalam sebuah penelitian tahun 2018 terhadap 60 orang dengan hiperlipidemia, 30 orang yang menerima 5 gram bubuk jahe setiap hari mengalami penurunan kadar kolesterol LDL (jahat) sebesar 17,4% selama periode 3 bulan.
BACA JUGA: Fakta-fakta Hernia, Penyakit yang Diderita Anak Lesti Kejora
Jahe telah dipelajari sebagai obat alternatif untuk beberapa bentuk kanker. Sifat anti-kanker yang terdapat pada jahr kerap dikaitkan dengan kadar gingerol, yang ditemukan dalam jumlah besar pada jahe mentah.
Dalam penelitian yang dilakukan selama 28 hari terhadap individu yang berisiko normal untuk kanker kolorektal, sebanyak 2 gram ekstrak jahe per hari mampu secara signifikan mengurangi molekul sinyal pro-inflamasi di usus besar.
Stres oksidatif dan peradangan kronis dapat mempercepat proses penuaan. Kondisi tersebuy diyakini menjadi salah satu pendorong utama penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif terkait usia.
Jahe dipercaya mampu lindungi otak daru risiko penyakit Alzheimer lantaran kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam jahe dapat menghambat respon inflamasi yang terjadi di otak.
Jahe dapat membantu melawan bakteri dan virus berbahaya, yang dapat mengurangi risiko infeksi.
Menurut sebuah studi, jahe sangat efektif melawan bakteri mulut yang umumnya sebabkan gingivitis dan periodontitis. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit radang gusi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata
IHSG turun 8,35% sepanjang pekan 18-22 Mei 2026. Saham SMMA, SRAJ, CPIN, dan MYOR menjadi top leaders penahan pelemahan indeks.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.