Tok, DPR Resmi Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Jus jeruk
Harianjogja.com, JAKARTA – Mahasiswa PhD, Pooria Lesani telah mengembangkan teknik deteksi kanker yang terbuat dari jus jeruk.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Chemical Engineering, Lesani menggambarkan probe berbasis jeruk berbiaya rendah yang terbukti menjadi nanobiosensor yang berguna untuk menyaring sel-sel yang mungkin berisiko terkena kanker.
Nanobiosensor adalah probe kecil yang ‘bersinar’ dalam sel manusia dan memberi sinyal apabila sel-sel itu menjadi asam, yang menunjukkan bahwa kanker tidak jauh. Ini menunjukkan sel mana yang paling berisiko terkena kanker sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan.
Dalam penelitian ini, melansir Cosmos, Rabu (8/12/2021), Lesani menggunakan jeruk yang telah busuk sebagai bahan utama dalam nanobiosensor dan merupakan bagian integral untuk membuat titik-titik karbon berpendar, gumpalan kecil karbon yang panjangnya hanya sepermiliar meter.
Lesani menuturkan, proses pembuatan titik karbon untuk nanobiosensor ini mirip dengan membuat makanan di panci bertekanan tinggi.
“Kami menuang semua bahan bersama-sama, dalam hal ini jus jeruk busuk dan sedikit air ke dalam reaktor yang agak menyerupai panci bertekanan tinggi. Tutup rapat dan masukkan ke dalam oven ilmiah yang dipanaskan hingga sekitar 200 derajat Celcius,” jelasnya.
Meningkatnya suhu dan tekanan di dalam reaktor memecah struktur molekul awal bahan, membantu mereka membentuk bahan baru yakni titik karbon.
Titik-titik inilah yang kemudian digunakan untuk membangun nanobiosensor.
Nah, untuk menggunakan biosensor, biopsi jaringan kecil diambil dari pasien dan dimasukkan ke dalam cawan petri. Biosensor diterapkan ke sel dan diperiksa di bawah mikroskop fluoresen, yang mengambil perubahan kecil dalam cahaya. Jeruk juga tinggi akan asam askorbat yang meningkatkan fungsi sensor.
Apabila sel tersebut sehat, maka biosensor akan bersinar terang. Tetapi, bila sel lebih pada sisi asam dan cahaya tampak redup, sel-sel ini mungkin bersifat prakanker.
Teknik ini tidak memakan waktu lama dan memberikan hasil yang cepat dan akurat.
“Kami telah mengembangkan nanobiosensor yang sensitif dan hemat biaya untuk mengukur tingkat keasaman sel secara real time. Nanobiosensor ini juga dapat membantu kita untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana penyakit ini berkembang,” ungkapnya.
Selain dapat mendeteksi kanker dengan cepat dan akurat, ini tentu juga memiliki manfaat tambahan dengan mengalihkan limbah makanan dari tempat pembuangan akhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.