10 Negara yang Paling Jarang Berdoa, Swedia di Urutan Teratas

Jumali
Jumali Selasa, 06 Oktober 2026 21:47 WIB
10 Negara yang Paling Jarang Berdoa, Swedia di Urutan Teratas

Ilustrasi berdoa bersama. Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Kebiasaan berdoa berbeda-beda di setiap negara. Data Pew Research Center menunjukkan Swedia menjadi negara dengan proporsi orang dewasa yang paling kecil yang mengaku berdoa setiap hari di antara 35 negara yang disurvei.

Dalam survei Pew, hanya 8% orang dewasa di Swedia yang mengatakan mereka berdoa setidaknya sekali sehari. Artinya, sekitar 92% lainnya berdoa kurang dari sekali sehari atau tidak pernah berdoa.

Temuan tersebut menjadi bagian dari laporan Pew Research Center mengenai praktik spiritual dan keagamaan di 35 negara. Survei itu tidak mengukur apakah seseorang memiliki agama atau percaya kepada Tuhan, melainkan antara lain menanyakan seberapa sering responden berdoa.

Karena itu, angka berikut lebih tepat dibaca sebagai persentase orang dewasa yang tidak berdoa setiap hari, bukan sebagai persentase penduduk yang tidak memiliki agama.

Swedia berada di posisi teratas

Swedia menjadi negara dengan proporsi orang yang tidak berdoa setiap hari paling tinggi dalam daftar. Hanya 8% responden yang mengatakan mereka berdoa setidaknya setiap hari.

Dengan demikian, sekitar 92% orang dewasa Swedia tidak berdoa setiap hari. Pew juga mencatat Swedia sebagai negara dengan tingkat praktik doa yang paling rendah di antara negara-negara yang masuk survei tersebut.

Posisi Swedia tidak serta-merta berarti masyarakatnya tidak memiliki keyakinan agama. Data Pew menunjukkan 33% orang dewasa Swedia mengatakan mereka percaya kepada Tuhan, sementara 49% mengidentifikasi diri dengan suatu agama dalam survei 2025.

Hal tersebut menunjukkan bahwa identitas agama, keyakinan kepada Tuhan, dan frekuensi berdoa merupakan hal yang berbeda.

Hungaria dan Jerman menyusul

Hungaria berada di urutan berikutnya. Sebanyak 11% orang dewasa di negara tersebut mengaku berdoa setidaknya sekali sehari, sehingga sekitar 89% tidak melakukannya setiap hari.

Jerman dan Australia sama-sama mencatat 16% responden yang berdoa setiap hari. Dengan demikian, sekitar 84% orang dewasa di kedua negara tersebut tidak berdoa setiap hari.

Data tersebut memperlihatkan kecenderungan rendahnya frekuensi doa harian di sejumlah negara Eropa Barat serta Australia. Namun, kondisi itu tidak otomatis menunjukkan bahwa masyarakat di negara-negara tersebut sepenuhnya meninggalkan agama.

Polandia dan Prancis

Polandia dan Prancis sama-sama mencatat 18% responden yang berdoa setiap hari. Jika dibalik, sekitar 82% responden di masing-masing negara tidak berdoa setiap hari.

Temuan Polandia menarik karena negara tersebut memiliki sejarah Katolik yang kuat. Pew mencatat 95% orang dewasa Polandia mengidentifikasi diri dengan suatu agama, tetapi hanya 18% yang mengatakan mereka berdoa setiap hari dalam survei yang sama.

Angka tersebut menjadi contoh bahwa identitas agama tidak selalu berarti seseorang menjalankan praktik doa harian.

Belanda, Inggris hingga Jepang

Belanda mencatat 20% responden yang berdoa setiap hari, sehingga sekitar 80% tidak berdoa setiap hari. Inggris berada di angka 21%, atau sekitar 79% yang tidak berdoa setiap hari.

Jepang juga masuk kelompok dengan tingkat doa harian yang relatif rendah. Dalam survei Pew, 21% orang dewasa Jepang mengatakan mereka berdoa setiap hari, sehingga sekitar 79% tidak melakukannya setiap hari.

Jepang memiliki karakter kehidupan spiritual yang berbeda dari banyak negara Eropa. Pew mencatat 44% orang dewasa Jepang mengidentifikasi diri dengan suatu agama, sedangkan 21% melaporkan berdoa setiap hari.

Spanyol menutup daftar dengan 22% responden yang berdoa setiap hari. Artinya, sekitar 78% tidak berdoa setiap hari.

10 negara dengan proporsi tidak berdoa setiap hari tertinggi

Berdasarkan persentase orang dewasa yang mengatakan mereka berdoa setidaknya sekali sehari, berikut negara-negara dengan proporsi tidak berdoa setiap hari tertinggi dalam data Pew:

  1. Swedia: 92%

  2. Hungaria: 89%

  3. Jerman: 84%

  4. Australia: 84%

  5. Polandia: 82%

  6. Prancis: 82%

  7. Belanda: 80%

  8. Inggris: 79%

  9. Jepang: 79%

  10. Spanyol: 78%

Angka tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa warga negara tersebut tidak beragama atau tidak percaya kepada Tuhan. Pew menemukan bahwa orang yang berdoa setiap hari memang cenderung lebih mungkin menghadiri layanan keagamaan dan memiliki keyakinan tertentu, tetapi praktik tersebut tetap berbeda antarnegara dan antarindividu.

Bahkan di negara dengan tingkat doa harian rendah, sebagian masyarakat tetap memiliki identitas agama atau keyakinan spiritual. Karena itu, data ini lebih tepat dipahami sebagai gambaran frekuensi praktik doa, bukan ukuran tunggal tingkat keberagamaan suatu negara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online