Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Rambut rontok/klikdokter
Harianjogja.com, JAKARTA - Jutaan orang setiap tahunnya berjuang dengan rambut rontok, yaitu situasi dimana kondisi rambut kian menipis dan menuju pada kebotakan.
Melansir pada eatthis.com, Selasa (28/9/2021) meskipun terdapat banyaknya opsi perawatan yang dapat dilakukan untuk mengembalikan rambut yang menipis, suatu penelitian terbaru menunjukkan bahwa mungkin ada cara lebih mudah untuk membantu mengurangi kerontokan rambut.
Dalam jurnal, Hironobu Morinaga menjelaskan bahwa makanan dengan kandungan tinggi lemak dapat mempercepat penipisan rambut.
"Makanan dengan kandungan tinggi lemak dapat mempercepat penipisan rambut dengan menipiskan sel induk folikel rambut yang mengisi kembali sel-sel dewasa yang menumbuhkan rambut, terutama pada tikus tua," jelasnya.
Tubuh tidak membutuhkan kemampuan untuk menyerap lemak bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Mengonsumsi lemak yang banyak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.
Sebuah studi pada 2013 yang diterbitkan dalam Journal of the American Academy of Dermatology mengungkapkan kelompok pria berusia di atas 30 tahun memiliki obesitas yang lebih memungkinkan mengalami alopecia parah daripada mereka yang memiliki berat badan normal.
Menurut sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam Scientific Reports telah ditemukan bahwa tikus yang diberi makanan berlemak ala Barat, lalu mengonsumsi obat yang menghambat produksi glikosfingolipid (GSL), yaitu sejenis lipid mampu membantu mengatasi kerontokan rambut dan hilangnya pigmentasi rambut.
Selain itu, makanan cepat saji dan instan juga menjadi penyebab kerontokan rambut, pemutihan rambut, dan peradangan kulit pada tikus.
Fenomena serupa juga terjadi pada pria yang kehilangan rambut dan mengalami pemutihan rambut ketika mereka makan makanan berlemak dan berkolesterol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Kroasia 2-1. Dua gol Mikel Merino menjaga La Furia Roja tetap sempurna di Grup A3.
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.
Kemlu RI mengungkap diplomasi tertutup membebaskan empat ABK WNI yang disandera perompak Somalia selama lima bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia.