Kapolda Jateng Minta Polisi Tindak Tegas Begal hingga Curanmor
Kapolda Jateng Roy Hardi Siahaan memerintahkan polisi menindak tegas narkotika, begal, perampokan, dan curanmor yang meresahkan masyarakat.
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak/magnific
Harianjogja.com, JAKARTA—Health Collaborative Center (HCC) mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi pemerintah sebagai salah satu perlindungan kesehatan di tengah penyesuaian anggaran rumah tangga dan fenomena penurunan gaya hidup.
Praktisi Kesehatan Masyarakat dari HCC dr. Ray Wagiu Basrowi mengatakan CKG dapat membantu masyarakat memperoleh deteksi dini penyakit tanpa harus menambah beban biaya rumah tangga.
Menurut Ray, biaya tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan kesehatan. Masyarakat justru dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis tersebut sebelum muncul penyakit maupun komplikasi.
"Kalau biaya menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan, manfaatkan CKG. Sudah gratis, sayang sekali jika tidak digunakan. Datanglah sebelum sakit, bukan setelah penyakit menimbulkan komplikasi," kata dia.
CKG untuk deteksi risiko penyakit
Ray menilai layanan CKG menjadi pintu masuk penting untuk menjaring berbagai faktor risiko penyakit tidak menular yang kerap berkembang tanpa menunjukkan gejala klinis.
Beberapa kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, anemia, serta gangguan fungsi organ dapat tidak disadari masyarakat. Kondisi tersebut dapat terjadi meskipun seseorang merasa tubuhnya tetap bugar dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Dengan memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis, masyarakat dapat mengetahui profil risiko kesehatan sejak dini. Langkah tersebut memungkinkan kebutuhan pemeriksaan kesehatan dilakukan tanpa harus mengorbankan alokasi untuk kebutuhan pokok lainnya.
Hampir 60 persen anak muda pilih swadiagnosis
Dorongan untuk memanfaatkan CKG tersebut juga berkaitan dengan hasil studi terbaru HCC mengenai perilaku masyarakat ketika menghadapi keluhan kesehatan.
Studi tersebut menemukan hampir 60 persen anak muda berusia di bawah 40 tahun memilih melakukan swadiagnosis terlebih dahulu ketika mengalami keluhan kesehatan. Mereka tidak langsung berkonsultasi dengan dokter atau mendatangi fasilitas kesehatan.
Penelitian HCC dilakukan pada Maret-Mei 2026 menggunakan pendekatan mixed-method. Studi tersebut melibatkan survei terhadap 448 responden urban dari berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.
Hasil penelitian menunjukkan mesin pencari berbasis AI menjadi sumber utama yang digunakan untuk melakukan swadiagnosis. Setelah itu, responden memanfaatkan situs kesehatan dan berbagai konten digital lainnya.
Keluhan yang paling banyak dicari berkaitan dengan gangguan pernapasan dan kardiovaskular, gangguan pencernaan, hingga masalah psikologis.
36 persen responden lakukan swamedikasi
Studi HCC juga menemukan perilaku lain yang menjadi perhatian, yakni kecenderungan masyarakat mengobati diri sendiri setelah mencari informasi mengenai keluhan kesehatan.
Ray mengatakan sebanyak 36 persen responden langsung melakukan swamedikasi atau mengobati diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Selain itu, sebanyak 27 persen responden mengabaikan resep dokter karena informasi yang mereka temukan di internet dinilai bertentangan dengan resep tersebut.
Temuan itu menunjukkan pencarian informasi kesehatan secara digital dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam menentukan langkah ketika mengalami keluhan kesehatan.
Ray yang juga dosen di Program Magister Kedokteran Kerja, Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), mengingatkan masyarakat agar tidak mengurangi perlindungan terhadap kesehatan ketika melakukan penyesuaian pengeluaran.
"Silakan downgrade gengsi, hiburan, atau barang yang tidak mendesak. Tetapi jangan ikut menurunkan perlindungan terhadap kesehatan. Manfaatkan CKG, kenali risiko sejak dini, dan jangan menunggu tubuh mengirimkan tagihan dalam bentuk penyakit," kata Ray.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kapolda Jateng Roy Hardi Siahaan memerintahkan polisi menindak tegas narkotika, begal, perampokan, dan curanmor yang meresahkan masyarakat.
Museum Anaia & Alisha di Kaliurang menghadirkan sejarah rempah, busana Nusantara, edukasi lingkungan, dan konsep warisan lintas generasi.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia dibuka 7 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB. Simak cara pesan dan yang perlu disiapkan.
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Kroasia 2-1. Dua gol Mikel Merino menjaga La Furia Roja tetap sempurna di Grup A3.