Bobot TKA di SNBP 2027 Berpeluang Naik, Ini Penjelasannya
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Selama ini, banyak orang berpendapat bahwa kebiasaan makan berlebihan identik dengan risiko penambahan berat badan. Namun studi baru yang terbit di The American Journal of Clinical Nutrition mengatakan tidak demikian.
Studi terbaru menyebut bahwa makan berlebihan bukan penyebab seseorang mengalami obesitas. Dikatakan bahwa penyebab obesitas terjadi karena pola diet konsumsi sumber glikemik tinggi. Salah satunya sumber karbohidrat olahan.
Dikutip dari Healthshots, jenis sumber makanan ini menyebabkan respons hormonal yang dapat mengubah metabolisme tubuh. Sehingga sumber ini dapat mendorong penyimpanan lemak, penambahan berat badan, dan menyebabkan obesitas.
Baca juga: 8 Hal Ini Perlu Kamu Tahu Jika Punya Pasangan Berperasaan Sensitif
Data statistik dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan, obesitas telah memengaruhi lebih dari 40 persen orang dewasa di Amerika.
Di mana pengaruh ini menempatkan mereka pada risiko penyakit yang lebih tinggi mulai dari jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga jenis kanker tertentu.
Selain itu, lewat pedoman Diet USDA USA periode 2020-2025, menyarankan bahwa orang dewasa perlu mengurangi jumlah kalori mereka dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Tak hanya itu, perlu imbangi dengan peningkatan aktivitas fisik, seperti olahraga misalnya.
Baca juga: Ini Tips Mencegah Mata Lelah Saat Bekerja
Di lain sisi, penambahan berat badan juga terjadi karena faktor gaya hidup yang kurang sehat. Dengan makan berlebihan serta aktivitas yang kurang mencukupi, maka epidemi obesitas mungkin terjadi.
Ketika mengonsumsi makanan karbohidrat olahan, tubuh dapat meningkatkan sekresi insulin dan menekan sekresi glukagon. Ini pada akhirnya, memberi sinyal pada sel lemak yang menyimpan banyak kalori.
Tak hanya itu, tubuh yang kurang mendapat energi yang cukup menyebabkan seseorang merasakan lapar secara terus-menerus. Dengan perasaan lapar itulah, yang membuat seseorang terus mengonsumsi makanan berlemak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 3 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 3 September 2026 mulai 05.00 hingga 20.42 WIB. Cek waktu kedatangan di setiap stasiun.
34 santri korban dugaan keracunan di Ponpes Manba'ul Hikam masih dirawat di RSI Siti Hajar dan dijadwalkan pulang Kamis pagi.
Jadwal KRL Jogja-Solo 3 September 2026 tersedia dari Yogyakarta hingga Palur. Cek waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.