Ciu Bekonang Ditetapkan sebagai Warisan Budata Tak Benda
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Selada memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan ginjal./ANTARA
Harianjogja.com, JAKARTA–Tidak semua makanan yang dikonsumsi membawa pengaruh baik untuk ginjal. Seiring waktu, ginjal akan kehilangan kemampuan untuk mengontrol keseimbangan natrium dan air.
Mengurangi konsumsi natrium dalam diet akan membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh yang umum terjadi pada penyakit ginjal.
Bagi orang yang sehat, konsumsi makanan ini akan menjaga ginjal tetap sehat dan mengurangi risiko gangguan ginjal. Bagi penderita penyakit ginjal kronis, ada banyak makanan yang dapat dikonsumsi untuk membantu ginjal pulih lebih cepat.
Berikut ini makanan yang perlu dikonsumsi untuk menjaga kesehatan ginjal:
1. Paprika Merah
Buah berwarna merah ini rendah potasium dan kaya vitamin A, C, B6, asam folat, dan serat. Paprika merah juga kaya akan likopen yang membantu mencegah kanker. Paprika dapat dikonsumsi langsung maupun diolah terlebih dahulu.
2. Apel
Apel mengandung anti-inflamatori, serat, dan vitamin. Konsumsi apel secara rutin dapat menurunkan kolesterol. Selain itu, juga dapat mencegah konstipasi dan menjaga ginjal tetap sehat.
3. Kranberi
Buah ini sebagai obat alami untuk infeksi saluran kemih karena meningkatkan kadar asam urin, sehingga bakteri tidak mudah berkembang.
4. Ikan
Konsumsi ikan setidaknya tiga kali seminggu dapat menurunkan kolesterol, mengurangi inflamasi dan mencegah kanker karena ikan kaya akan omega 3 dan antioksidan.
5. Putih Telur
Putih telur merupakan sumber protein ringan yang mudah diasimilasi oleh tubuh. Mereka juga rendah kandungan kalium. Penyajian dengan merebus telur lebih baik karena lebih rendah lemak.
6. Ubi Jalar
Ubi jalar seratnya lebih lambat terurai dan menghasilkan lebih sedikit insulin yang diproduksi. Ubi jalar juga mengandung vitamin dan mineral, seperti potasium, yang dapat membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh.
Namun, ubi jalar tinggi kalium atau potasium. Siapapun yang menderita gangguan ginjal harus membatasi konsumsi ubi jenis ini.

7. Sayuran Berdaun Gelap
Sayuran berdaun gelap, seperti bayam, kangkung, dan lobak adalah makanan pokok yang mengandung berbagai macam vitamin, serat, dan mineral. Banyak juga yang mengandung senyawa pelindung, seperti antioksidan.
Namun, makanan ini juga cenderung tinggi potasium, sehingga mungkin tidak cocok untuk orang dengan diet terbatas atau mereka yang menjalani dialisis.
8. Wortel
Sayuran ini mengandung betakaroten dan rendah potasium. Tingkat potasium yang tepat membuat saraf dan otot dapat bekerja dengan baik. Terlalu banyak potasium dapat menumpuk di darah dan menyebabkan masalah jantung yang serius.
9. Beri
Beri berwarna gelap seperti stroberi, bluberi, dan rasberi merupakan sumber nutrisi bermanfaat dan senyawa antioksidan. Buah ini dapat membantu melindungi sel-sel dalam tubuh dari kerusakan.
Buah beri cenderung menjadi pilihan yang lebih baik daripada makanan manis lainnya ketika anda sedang ‘ngidam’ makanan manis.
10. Selada
Selada memiliki kadar potasium yang rendah. Tubuh membutuhkan potasium untuk membuat otot bekerja, tetapi terlalu banyak potasium bisa berbahaya. Ketika ginjal tidak bekerja dengan baik, kadar potasium mungkin terlalu tinggi atau terlalu rendah. Memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit potasium dapat menyebabkan kram otot, masalah dengan cara jantung berdetak dan kelemahan otot.
Makanan tersebut kaya akan anti-oksidan, vitamin, dan mineral yang membantu memperkuat ginjal dan juga bermanfaat bagi pasien yang telah menjalani transplantasi. Namun, konsumsi makanan ini juga perlu konsultasi pada dokter untuk menentukan takarannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.