Prabowo Sebut Banyak Menteri Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras
Prabowo Subianto menyebut banyak menteri dan kepala badan masuk rumah sakit akibat bekerja keras mengejar target pemerintah.
Buah dan sayur/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Menyemprotkan pestisida atau bahan kimia lainnya merupakan hal yang wajar untuk mecegah gangguan hama. Padahal, pestisida bisa berbahaya bagi kesehatan. Simak cara untuk disinfeksi buah dan sayur yang benar.
Mulai dari timun hingga anggur, hampir semua sayuran dan buah sudah terkontaminasi zat kimia atau pestisida. Sebagai konsumen yang cermat, sebelum mengolah produk tersebut, Anda wajib untuk membersihkan atau disinfeksi sayuran dan buah secara tepat. Makanan yang dikonsumsi tanpa disinfeksi bisa mengganggu kesehatan.
Selain membersihkan buah dan sayur dari bahan kimia, disinfeksi juga membantu bahan makanan tersebut tidak cepat busuk. Langkah untuk melakukan disinfeksi produk sangat penting, terutama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.
Tidak ada salahnya mencuci produk dengan menyeluruh sebelum mengolahnya. Hal ini untuk meminimalkan residu dan kuman yang masuk ke dalam pencernaan.
Berikut ini 6 cara disinfeksi produk buah dan sayur agar tidak ada sisa pestisida yang dapat membahayakan kesehatan.
1. Cuci dengan air mengalir
Cuci sayuran seperti kacang panjang dan bahan masak seperti jahe dengan air mengalir dan bersihkan kotorannya menggunakan tangan. Khusus untuk sayuran berdaun dapat merendamnya dalam semangkuk air selama beberapa menit. Sedangkan untuk buah buahan cukup dengan mencuci setidaknya dua kali sebelum dikonsumsi.
2. Rendam sayuran dalam air garam
Garam akan menghilangkan pestisida yang menempel pada permukaan sayuran. Tambahkan satu sendok makan garam atau cuka dan rendam sayuran sekitar 3-5 menit. Sedangkan untuk buah-buahan, rendam selama 20 menit.
3. Campur air dengan cuka
Cara lainnya yaitu mencapur air dan cuka dengan perbandingan 3:1. Semprot campuran pada permukaan produk sebelum mencucinya di air mengalir.
4. Lakukan blanching
Metode blanching sering digunakan saat memasak untuk menjaga rasa dari sayur. Perendaman sayuran pada air hangat kemudian berlanjut ke air dingin. Kunci metode ini adalah tidak merendam sayur lebih dari 3 menit agar rasa tidak berubah.
5. Jangan gunakan disinfektan
Meskipun judulnya disinfeksi, namun jangan pernah mencuci produk dengan sabun atau disinfektan lainnya. Sabun mengandung formaldehida yang akan membuat pencernaan bermasalah.
6. Awasi klorin
Menurut Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI), perendaman sayuran boleh menggunakan klorin dalam batas 0.05 ml/l atau 50 ppm. Jangan lupa untuk membersihkan wadah yang terkena klorin sebelum menggunakannya untuk makanan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Prabowo Subianto menyebut banyak menteri dan kepala badan masuk rumah sakit akibat bekerja keras mengejar target pemerintah.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
DJP mencatat piutang pajak tak tertagih Rp47,4 triliun pada 2025. Sebanyak Rp35 triliun berstatus macet dan mayoritas berusia di atas lima tahun.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.