Gunung Sinabung Erupsi, 21 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Serangan jantung mendadak pada usia muda/ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyakit serangan jantung mengalami peningkatan pada kelompok usia 18-20 tahun, dalam 10-15 tahun terakhir. Ada beberapa faktor penyebabnya.
Dokter Ahli Kardiologi di Rumah Sakit Sharda, Subhendu Mohanty mengatakan serangan jantung menjadi penyakit yang lebih banyak dialami oleh kelompok usia yang lebih muda dalam 10-15 tahun terakhir.
"Dalam dua terakhir ini, telah terjadi peningkatan insiden, sehingga dapat melihat serangan jantung terjadi pada usia 18-20 tahun juga," ungkap Mohanty.
Disampaikan alasan terpenting dibalik peningkatan serangan jantung pada remaja adalah meningkatnya kelaziman merokok di kalangan anak muda.
"Faktor kedua dikarenakan tekanan mental tinggi yang dialami sebagian kalangan muda, dan ketiga merupakan penurunan aktivitas fisik dan gaya hidup yang dijalani," ungkap Mohanty seperti dikutip dari indianexpress, Jumat (3/9/2021).
Beberapa penggiat di pusat kebugaran setelah diketahui mengonsumsi steroid, yang secara teoritis mungkin dapat menyebabkan serangan jantung juga, meskipun memang belum terdapat banyak kasusnya. "Namun, ada beberapa kasus dimana anak muda yang mengonsumsi suplemen mengalami serangan jantung tetapi belum jadi kasus umum," jelasnya.
Kendati demikian, untuk mencegah risiko terkena serangan jantung dapat dilakukan dengan tekun melakukan aktivitas fisik setidaknya 30-40 menit selama 5 hari dalam seminggu.
Latihan kardio seperti bersepeda, berenang, lari dapat berguna untuk kesehatan jantung. Selain itu, latihan angkat beban secara berlebih juga dapat memengaruhi kerja jantung yang kurang baik.
Beristirahat dari kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan dan cobalah mengisi waktu bersama keluarga dan kerabat. Kemudian, berhenti merokok jelas menjadi langkah terpenting dalam mencegah serangan jantung. Karena dengan merokok perharinya dapat meningkatkan kemungkinan risiko serangan jantung.
Selain menjaga kondisi fisik, diperlukan juga pengawasan terhadap kesehatan mental meskipun memang tidak ada takaran pasti akan stres seseorang karena hal tersebut sering terabaikan.
Dan yang terakhir, mengonsumsi sayuran mentah dan buah-buahan setiap hari pada makanan sekitar 200-250 gram untuk mengurangi kadar asupan garam, dan kurangi konsumsi gula dari minuman ringan.
Jika mengidap diabetes, tekanan darah tinggi ataupun kolesterol tinggi, alangkah baiknya rutin melakukan kontrol dan konsultasi ke dokter.
Dengan langkah-langkah pencegahan diatas dilakukan, sekiranya 95-98 persen tidak akan mengalami serangan jantung, seperti yang disampaikan Mohanty.
"Jika Anda melakukan semua (cara), maka ada kemungkinan 95-98 persen baik bahwa tidak ada yang akan terjadi pada diri Anda," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jadwal KA Bandara YIA 3 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA–Jogja dan Jogja–YIA dari pagi hingga malam.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 3 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 3 September 2026 mulai 05.00 hingga 20.42 WIB. Cek waktu kedatangan di setiap stasiun.
34 santri korban dugaan keracunan di Ponpes Manba'ul Hikam masih dirawat di RSI Siti Hajar dan dijadwalkan pulang Kamis pagi.
Jadwal KRL Jogja-Solo 3 September 2026 tersedia dari Yogyakarta hingga Palur. Cek waktu keberangkatan di setiap stasiun.