Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Selama WFH saat pandemi, banyak orang yang hanya duduk dan jarang melakukan olahraga ringan./Biznet
Harianjogja.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah membuat lebih dari separuh penduduk dunia bekerja dari rumah (WFH) selama lebih dari setahun.
Terlalu banyak duduk memiliki dampak buruk bagi tubuh karena dapat melemahkan kaki, menambah kekakuan, membuat postur tubuh yang buruk, meningkatkan risiko varises dan diabetes.
Melansir dari Times of India, Jumat (23/7/2021), ahli bedah tulang belakang ortopedi Dr Om Patil mengatakan bahwa sebelum pandemi orang-orang menggunakan meja kantor, tetapi dalam satu tahun terakhir dengan kebanyakan orang bekerja dari rumah, banyak dari mereka tidak memiliki kursi dan meja yang dirancang secara ergonomis.
“Karena ini mereka akhirnya menderita sakit punggung postural. Itu terjadi ketika Anda berada di tempat tidur atau sofa untuk waktu yang lama dan mengembangkan kebiasaan membungkuk,” katanya.
Dr Patil menambahkan bahwa sebelumnya sebanyak 50 persen pasien melaporkan sakit punggung, tetapi saat ini bertambah menjadi 80 persen menderita sakit punggung.
“Saya merekomendasikan kepada sebagian besar pasien, mereka harus bekerja kurang dari satu jam di depan komputer, mereka tidak memerlukan pengaturan yang ergonomis, tetapi jika mereka bekerja lebih dari tiga hingga empat jam sehari, mereka harus membuat penyesuaian dalam cara mereka duduk dan bekerja,” jelasnya.
Berdiri memiliki keuntungan karena meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi kekakuan dan kejang di punggung. Tetapi, dokter Patil tidak akan merekomendasikan berdiri untuk waktu yang lama.
“Saran saya adalah membagi waktu kerja menjadi setengah duduk dan setengah berdiri. Juga, sering-seringlah melakukan istirahat mikro di mana Anda melakukan beberapa peregangan lengan dan punggung,” sambungnya.
Di sisi lain, ahli bedah tulang belakang ortopedi Dr Pallav Bhatia mengatakan pandemi juga berkontribusi pada peningkatan nyeri leher dan punggung masyarakat.
“Karena orang-orang di rumah, mereka tidak mendapatkan cukup sinar matahari dan hal lain yang kami lihat adalah banyak pasien dengan kekurangan vitamin D, yang mempengaruhi tulang dan otot. Stres juga merupakan penyebab utama,” paparnya.
Untuk itu, Dr Bhatia membagikan beberapa tips yang harus dilakukan saat menjalani WFH, antara lain:
Perlu diingat, layar laptop harus setinggi mata. Dengan meja berdiri, tidak berarti Anda harus berdiri selama delapan jam. Otot betis kita tidak bisa menahan beban seperti itu. Anda membutuhkan istirahat seperti, berbaring, dan berjalan. Disarankan untuk berdiri selama 20 persen. Sedangkan bagi Anda yang kekurangan vitamin D, Anda membutuhkan suplemen setelah memeriksakan diri ke dokter.
Bagilah waktu kerja Anda antara duduk dengan postur yang benar dan berdiri. Pastikan setiap jam berganti posisi untuk sementara waktu.
Ada berbagai jenis meja berdiri yang ketinggian meja dapat disesuaikan. Jika tidak ada, Anda bisa menumpuk beberapa buku di atas meja dan letakkan laptop di atasnya, atau dorong kursi Anda, berdiri dan membaca atau menerima beberapa panggilan saat Anda berdiri tegak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Situs JDIH Kemendagri mengalami serangan siber dengan modus defacement pada Sabtu (18/7/2026). Portal dokumentasi hukum pemerintah itu tidak dapat diakses dan s
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
PKB DIY menyerahkan SK pengurus DPC se-DIY dan mempercepat konsolidasi organisasi sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Berbagai agenda seni, budaya, olahraga, hingga festival digelar untuk memeriahkan liburan dan akhir pekan. Mulai dari pameran seni kontemporer