Cuaca Jogja Minggu 8 November: Berawan, Suhu Capai 32 Derajat
BMKG memprakirakan cuaca DIY berawan pada Minggu, 8 November 2026. Simak suhu dan kelembapan udara di lima kabupaten/kota.
Venna Melinda bersama dua putranya. /Ist-Instagram @vennamelindareal
Harianjogja.com, JAKARTA-Venna Melinda buka suara soal Yuni Shara yang memperbolehkan anak-anaknya menonton film dewasa. Dia merasa perlu bicara lantaran isu tersebut berawal dari obrolannya dengan Yuni di kanal YouTube miliknya.
"Saya Venna Melinda, saya ingin mengklarifikasi berita-berita media online yang seminggu terakhir cukup membuat saya kaget dan sedih. Karena saya host di YouTube channel sendiri, di mana salah satu bintang tamunya sahabat saya, Yuni Shara yang pada waktu cerita banyak mengenai kehidupannnya," kata Venna Melinda membuka klarifikasinya di video yang diunggah, Kamis (1/7/2021).
Menurut Venna Melinda, apa yang dimuat oleh sejumlah media online merupakan sebuah kesimpulan. Padahal, dia memastikan tak pernah ada kutipan kalau Yuni membolehkan anak-anaknya menonton film porno.
"Jadi kemarin saya membaca artikel yang membuat saya, \'kok bisa ya memenggal sepatah dua kata sehingga menjadi judul baru yang itu total berbeda maknanya\', maksudnya dari yang kita obrolin di channel YouTube saya seminggu yang lalu," kata Venna.
"Karena pada saat itu Yuni sedang sharing bagaimana menjadi ibu yang baik untuk anaknya di zaman now ini. Saya sebagai host tidak mendengar bahwa Yuni mengatakan \'iya, saya misalkan membiarkan memperbolehkan anak-anak saya menonton film dewasa atau film yang berbau pornografi," ujar dia lagi.
Menurut Venna, di situ Yuni hanya berusaha menjelaskan bagaimana teknologi di zaman sekarang sangat mudah mengakses situs pornografi.
"Intinya yang bisa saya sampaikan adalah, Yuni menyampaikan bahwa nggak mungkin kita di zaman sekarang anak-anak kita tidak bisa mengakses film dewasa, karena kita sebagai orang dewasa nggak mungkin menjaga selama 24 jam artinya mereka bisa mempunyai akses dimana pun dan kapan pun," katanya.
"Saya ngerti maksud Yuni di sini adalah bahwa kita tidak memungkiri globalisasi dan teknologi yang ada setiap anak mungkin bisa saja bisa mengakses tanpa sepengetahuan orangtuanya," ujarnya lagi.
Tapi karena kemudahan tersebut Yuni berusaha menjadi seorang teman untuk anak-anaknya agar mereka mau terbuka dalam segala hal.
"Tapi itu tidak menjadikan Yuni itu menjadi orangtua yang mungkin otoriter sehingga anaknya ngumpet-ngumpet. Yuni di sini bercerita bahwa open aja. Kamu bisa ngobrol sama mama hal-hal yang mungkin kamu ingin tahu tanpa harus sembunyi-sembunyi yang mungkin bisa berbahaya bagi anak-anaknya," kata Venna Melinda.
Sudut Pandang Lain
Venna Melinda melanjutkan, ada kalimat lain yang tak dikutip sehingga menjadikan sudut pandang lain.
"Karena kalimatnya tidak ending di situ, masih ada hal yang ingin disampaikan, jadi seperti ngambang dan itu yang diambil sepenggal kalimat itu yang kesannya akhirnya memncerminkan satu judul yang bombastis seolah-olah Yuni Shara memperbolehkan anaknya yang beranjak dewasa untuk bisa menonton film dewasa," ujar Venna Melinda.
Sebelumnya perbincangan Yuni Shara dengan Venna Melinda berujung jadi bahan omongan publik. Yuni dalam beberapa pemberitaan disebut tak melarang anak-anak menonton film dewasa.
Tapi Yuni telah mengklarifikasi. Dia memastikan tak pernah mengatakan seperti itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
BMKG memprakirakan cuaca DIY berawan pada Minggu, 8 November 2026. Simak suhu dan kelembapan udara di lima kabupaten/kota.
Kemnaker menyebut BSU 2026 sebagai stimulus untuk menjaga daya beli pekerja. Simak syarat penerima dan besaran bantuan Rp900.000.
Kemenhaj menyerap masukan jemaah umrah asal Jawa Timur untuk mengevaluasi layanan haji 2027, termasuk kesiapan petugas dan perubahan sistem pelayanan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk diskon transportasi Nataru 2026/2027. Simak skema diskon pesawat, kereta, kapal, dan ASDP.
Dokter IDAI mengingatkan bahaya mandi hujan pertama setelah karhutla karena air hujan berpotensi membawa partikel dan polutan berbahaya.
Ahmad Doli Kurnia membantah terlibat dalam isu Munaslub Golkar 29 November 2026 dan menyinggung pihak internal yang disebutnya komprador.