Batik DIY Didorong Makin Ramah Lingkungan demi Tembus Pasar Dunia
DIY memperkuat pelaku industri batik melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menjaga warisan dunia UNESCO dan pasar global.
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA — Dokter Danar Wicaksono dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito, Yogyakarta, mengatakan bahwa jintan hitam dan pare memiliki beberapa manfaat untuk penderita diabetes, antara lain mengurangi kadar glukosa dalam darah hingga membantu produksi insulin dalam tubuh.
“Jadi jintan hitam atau yang dikenal dengan habbatussauda itu memiliki zat bernama Thymoquinone. Zat ini bisa membantu mengurangi kadar glukosa darah yang menjadi penyebab dari terjadinya diabetes,” kata dokter Danar dalam sebuah seminar di Jakarta, Sabtu (29/5/2021).
BACA JUGA : Kembangkan Tanaman Obat, Demangan Ingin Jadi Pemasok
Danar menjelaskan, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti bernama Reza Mohebbati pada 2020, yakni penderita diabetes yang mengonsumsi ekstrak jintan hitam ditemukan kadar glukosa yang terkandung dalam darah mengalami penurunan yang lebih baik jika dibandingkan pasien yang mengonsumsi obat-obatan.
Selain mengurangi kadar glukosa di dalam darah, jintan hitam juga berfungsi sebagai imunomodulator yang meningkatan sistem imun tubuh dengan lebih baik lagi.
“Selanjutnya bahan alami yang juga memiliki manfaat baik bagi penderita diabetes adalah pare,” kata dokter Danar.
Dokter yang aktif di media sosial itu pun menyebutkan bahwa pare sudah lama digunakan untuk pengobatan bagi penderita diabetes.
BACA JUGA : Ratusan Warga Jogja Tertipu Bisnis Obat Herbal PT Krishna
Pare yang telah diekstrak untuk pengobatan diabetes memiliki manfaat meningkatkan produksi insulin dengan cara menstimulasi pankreas lewat zat bernama Charantin.
Insulin dibutuhkan oleh penderita diabetes agar dapat menurunkan kadar glukosa di dalam tubuh yang tidak terolah menjadi sumber energi.
Dengan banyaknya manfaat baik dari jintan hitam juga pare, dokter Danar mendorong para penderita diabetes dapat memanfaatkan keduanya untuk memperbaiki metabolisme tubuh yang terganggu akibat penumpukan gula darah di dalam tubuh itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DIY memperkuat pelaku industri batik melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menjaga warisan dunia UNESCO dan pasar global.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 18 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Inpres Nomor 8 Tahun 2026 mewajibkan pembangunan infrastruktur di habitat gajah memperhatikan koridor satwa demi menjaga populasi gajah Indonesia.
Medan berat di Desa Watuduwur tak surutkan semangat Satgas TMMD Kodim 0708 Purworejo. Pembangunan jalan terus dikebut demi akses warga.
Kejaksaan Agung menjadwalkan ulang pemeriksaan Heru Pambudi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi importasi tekstil di Ditjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020.