Ini Daftar Makanan yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari Pasien Covid-19
Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan, mineral, dan vitamin harus menjadi hal yang utama. Vitamin C dan vitamin D harus dikonsumsi lebih dibandingkan dengan nutrisi lain.
Smoothie Rainbow dari buah-buahan./ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA - Belakangan ini, smoothie, minuman yang dibuat dari bubur buah mentah hingga sayuran, menjadi menu sarapan bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Rasanya yang segar, mudah dikonsumsi seperti minum jus, dan dipercaya menyehatkan mungkin menjadi alasan mengapa minuman ini menjadi favorit.
Namun apakah nilai gizi smoothie masih lengkap mengingat sayur dan buah tersebut dihancurkan dengan cara diblender? Ahli gizi, Tan Shot Yen mengatakan makanan ultra proses seperti smoothie dapat membuat konsumennya kehilangan gizi seimbang.
Baca juga: Apartemen Dijual oleh Nicholas Saputra, Soimah dan Suaminya 3 Bulan Tinggal di Garasi
"Imbuhannya berakhir pada tinggi gula, belum lagi (jika ditambah) susu. Pencernaan normal itu berlangsung tiga jam, sejak dikunyah sampai diserap usus dan itu (smoothie) tidak bisa menggantikan sarapan," tegasnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.
Mengutip British Heart Foundation, Tan mengatakan smoothie tinggi gula. Jika Anda mencampurkan buah, gula alami akan dilepaskan dari dalam dinding sel buah dan menjadi gula tambahan. Ini merupakan jenis gula yang harus dikurangi untuk melindungi gigi kita serta menurunkan asupan energi untuk membantu menjaga berat badan yang sehat.
Bahkan jika mereka memiliki beberapa sayuran tambahan seperti bayam atau kangkung, mereka masih cenderung tinggi gula.
Sementara itu, minum smoothie juga tidak berarti Anda memiliki pola makan yang sehat dan seimbang. Kita memang perlu makan lebih banyak buah dan sayuran, dan porsi 150ml smoothie adalah salah satu cara untuk membantu Anda mewujudkannya.
Baca juga: Rumah Tangga Aldi dan Ririn Dwi Aryanti Dikabarkan Tak Harmonis, Ikke Nurjanah Minta Doa
Akan tetapi kita juga perlu makan tinggi serat dan karbohidrat biji-bijian, serta beberapa kacang-kacangan, ikan, telur, daging tanpa lemak dan makanan berprotein lainnya. Serta produk susu rendah lemak dan sedikit lemak tak jenuh untuk mendapat pola makan yang sehat dan seimbang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan, mineral, dan vitamin harus menjadi hal yang utama. Vitamin C dan vitamin D harus dikonsumsi lebih dibandingkan dengan nutrisi lain.
Ojol demo serentak di Jogja dan 16 kota, tuntut kenaikan tarif hingga UU transportasi online. DPRD DIY siap bahas regulasi.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.