Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019)./ANTARA-Anis Efizudin
Harianjogja.com, JAKARTA – Musim hujan di Indonesia mulai mencapai puncaknya. Musim ini terbilang rawan dengan berbagai penyakit karena mikroba dan virus lebih mudah berkembang biak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, 21-27 November 2020, adanya potensi cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas lebat. Selain itu, juga disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
Baca juga: Prokes Wajib Diterapkan di Tempat Hajatan
Maka dari itu ketika musim penghujan datang, kita harus menjaga sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit. Lantas, apa saja penyakit yang muncul saat musim hujan tiba? Berikut Bisnis rangkum dari HaloDoc, tentang penyakit di musim penghujan:
1. Demam Tifoid (Tifus)
Penyakit tifus harus diwaspadai saat musim penghujan datang. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. Seseorang yang mengidap penyakit ini biasanya merasakan demam, sakit kepala, sakit perut, atau diare.
2. Influeza (Flu)
Virus flu sering meningkat tajam kasusnya saat di musim pancaroba dan musim penghujan. Penyakit ini dapat dengan mudah menyebar melalui udara atau air ludah. Virus ini mudah bermutasi setiap waktu yang menimbulkan sistem kekebalan tubuh sulit mendeteksi virus ini, sehingga membuat tubuh cenderung terkena flu.
3. Diare
Diare adalah penyakit yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya. Diare juga ditandai dengan encernya feses. Pada umumnya bakteri yang menyebabkan diare adalah rotavirus, shigella, E. colli, cryptosporidium, dan lain sebagainya.
Karena frekuensi buang air besar yang tidak seperti biasanya, maka mengakibatkan tubuh menjadi kekurangan cairan.
4. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Mengutip dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada ‘Flooding and Communicable Diseases fact Sheet’, disebutkan bahwa demam dengue merupakan penyakit yang rentan terjadi di musim hujan.
Seseorang yang mengidap DBD bisa mengalami muntah secara terus-menerus, darah pada urine, nyeri perut, mudah lelah, pendarahan pada hidung dan gusi, hingga kesulitan bernapas.
Tips Mencegah Penyakit di Musim Hujan
Berikut Bisnis rangkum dari KlikDokter, terkait tips dalam mencegah penyakit saat musim hujan tiba:
1. Konsumsi Makanan Sehat
Ketika musim penghujan tiba, maka untuk menjaga kesehatan tubuh diperlukan makanan yang bergizi seimbang. Konsumsilah makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur yang cukup serat, vitamin, dan mineral. Dengan mengonsumsi buah yang tinggi vitamin C, maka dapat membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima.
2. Penuhi Asupan Cairan
Biasanya saat musim hujan tiba, tubuh akan banyak kehilangan cairan. Terutama saat mengalami diare dan muntah. Oleh sebab itu, tubuh harus terpenuhi cairannya dengan meminum 1,5-2 liter air per hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
3. Istirahat
Pola tidur harus diatur dengan baik agar tubuh tetap bugar dan siap melakukan kegiatan. Usahakan agar tidur berdurasi 7-8 jam per hari.
4. Cuci Tangan dengan Sabun
Untuk menjaga diri dari penyakit, maka diperlukan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Penelitian telah membuktikan bahwa mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang ampuh untuk mencegah kuman penyakit. Biasakan mencuci tangan ketika mandi, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan setelah menggunakan toilet, dan kegiatan lainnya.
5. Hindari Konsumsi Makanan yang Tidak Higienis
Bakteri saat di musim penghujan akan cepat berkembang biak, maka dari itu hindari konsumsi makanan yang tidak higienis. Ketidakhigienisan dapat dilihat dari proses atau cara pembuatan bahkan penyajian dari makanan itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Antrean BBM di Sumatra ditargetkan terurai dalam satu hingga dua hari. Lonjakan konsumsi dan panic buying menjadi penyebab utama.
Transaksi KDKMP sepanjang 2026 mencapai Rp56,8 miliar. Pupuk menjadi komoditas terlaris dan distribusi barang subsidi akan diperkuat.
Pemkot Magelang menata kawasan Taman Kyai Langgeng untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung pelaku UMKM tanpa penggusuran.
DIY memperkuat pelaku industri batik melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menjaga warisan dunia UNESCO dan pasar global.
Mahasiswa di Kota Jogja kehilangan motor Honda CBR 150 di rumah kos saat menghadiri kondangan. Polisi masih memburu dua pelaku yang terekam CCTV.