Ledakan Gudang Munisi Madiun Jadi Alarm Evaluasi Sistem Keamanan TNI
DPR meminta ledakan Gudang Pusat Munisi TNI di Madiun menjadi momentum evaluasi sistem keselamatan, manajemen risiko, dan keamanan aset pertahanan nasional.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-- Buang air besar (BAB) memang membuang kotoran tubuh. Namun, ada baiknya kita memerhatikan apa yang dikeluarkan saat BAB, karena bentuk tinja atau feses bisa memberi petunjuk tentang kesehatan usus Anda.
Ahli gastroenterologi di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat, Jacqueline Wolf mengatakan setidaknya ada tujuh tipe feses, mulai dari gumpalan keras hingga cair pertanda Anda mengalami diare parah.
Menurut dia, tipe 3 atau 4 pada bagan seringkali dianggap bentuk yang normal, yakni berbentuk seperti sosis dengan retak di permukaan (tipe 3) atau benar-benar seperti sosis atau ular yang halus. Saat mengeluarkannya, Anda cenderung tidak perlu mengedan.
Baca juga: Pusat Bolehkan Belajar Tatap Muka, Begini Skenario Sekolah di Jogja
"Beberapa orang berpendapat feses yang ideal berbentuk seperti huruf \'S\'. Jika milik Anda tidak terlihat seperti ini, jangan stres. Saya tidak tahu mengapa feses akan berbentuk seperti S," kata Wolf, seperti dikutip dari Livestrong.
Sebenarnya tidak ada bentuk feses sempurna, tetapi ada beberapa yang disebut tidak sehat, yakni tipe 1 dan 2 yang menggumpal seperti kotoran kambing, kerikil, atau justru kental. Feses tipe ini biasanya menunjukkan Anda mengalami sembelit.
Jika Anda mengalami konstipasi, tindakan pertama yang dilakukan adalah makan makanan yang kaya serat seperti alpukat, sereal gandum, atau mengonsumsi suplemen serat. Ingatlah untuk minum air bersama dengan serat ekstra yang Anda konsumsi.
Apabila cara ini belum berhasil, Anda bisa mencoba pelunak feses untuk membantu membuatnya lebih mudah dikeluarkan, namun ini bukan solusi jangka panjang untuk sembelit.
Baca juga: Pusat Bolehkan Kuliah Tatap Muka, Begini Sikap Kampus di Jogja
Di sisi lain, kata Wolf, ada yang disebut diare yakni saat tipe feses 5, 6, dan 7 atau disebut tinja encer. Tipe 6 atau 7 biasanya tidak terjadi sepanjang waktu.
Seseorang disebut mengalami diare jika BAB tiga kali atau lebih dalam sehari yang biasanya disebabkan virus atau keracunan makanan.
Diare kronis bisa berlangsung setidaknya selama empat minggu dan mungkin merupakan tanda dari masalah kesehatan yang mendasari, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit Crohn, intoleransi laktosa atau lainnya.
Jadi, salah satu alasan penting untuk melihat feses atau tinja adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan usus Anda.
"Pada beberapa orang, tipe 2 atau 5 mungkin yang terjadi sepanjang hidup mereka. Mereka tidak perlu mendapatkan evaluasi dari dokter untuk melihat apakah ada yang salah," ungkap Wolf.
"Tetapi jika Anda mengalami perubahan pada tinja atau mengalami gejala lain seperti sakit perut atau penurunan berat badan dengan diare, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPR meminta ledakan Gudang Pusat Munisi TNI di Madiun menjadi momentum evaluasi sistem keselamatan, manajemen risiko, dan keamanan aset pertahanan nasional.
Mahasiswa di Kota Jogja kehilangan motor Honda CBR 150 di rumah kos saat menghadiri kondangan. Polisi masih memburu dua pelaku yang terekam CCTV.
Kejaksaan Agung resmi menahan Don Ritto dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU PT Asabri usai pelimpahan perkara dari Polri.
Lima mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma mengembangkan inovasi layanan konseling berbasis Virtual Reality (VR)
Meta Deskripsi:Otorita IKN mengusulkan tambahan anggaran Rp2,7 triliun untuk proyek pembangunan baru, pengelolaan aset, dan pembebasan lahan IKN.
Kekeringan di Gunungkidul meluas. BPBD telah menyalurkan 38 tangki air bersih dan menyiapkan 1.150 tangki untuk warga terdampak.