Seleksi PPDS 2026 Dibuka 3 September, Ini Daftar 25 Prodinya
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-- Buang air besar (BAB) memang membuang kotoran tubuh. Namun, ada baiknya kita memerhatikan apa yang dikeluarkan saat BAB, karena bentuk tinja atau feses bisa memberi petunjuk tentang kesehatan usus Anda.
Ahli gastroenterologi di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat, Jacqueline Wolf mengatakan setidaknya ada tujuh tipe feses, mulai dari gumpalan keras hingga cair pertanda Anda mengalami diare parah.
Menurut dia, tipe 3 atau 4 pada bagan seringkali dianggap bentuk yang normal, yakni berbentuk seperti sosis dengan retak di permukaan (tipe 3) atau benar-benar seperti sosis atau ular yang halus. Saat mengeluarkannya, Anda cenderung tidak perlu mengedan.
Baca juga: Pusat Bolehkan Belajar Tatap Muka, Begini Skenario Sekolah di Jogja
"Beberapa orang berpendapat feses yang ideal berbentuk seperti huruf \'S\'. Jika milik Anda tidak terlihat seperti ini, jangan stres. Saya tidak tahu mengapa feses akan berbentuk seperti S," kata Wolf, seperti dikutip dari Livestrong.
Sebenarnya tidak ada bentuk feses sempurna, tetapi ada beberapa yang disebut tidak sehat, yakni tipe 1 dan 2 yang menggumpal seperti kotoran kambing, kerikil, atau justru kental. Feses tipe ini biasanya menunjukkan Anda mengalami sembelit.
Jika Anda mengalami konstipasi, tindakan pertama yang dilakukan adalah makan makanan yang kaya serat seperti alpukat, sereal gandum, atau mengonsumsi suplemen serat. Ingatlah untuk minum air bersama dengan serat ekstra yang Anda konsumsi.
Apabila cara ini belum berhasil, Anda bisa mencoba pelunak feses untuk membantu membuatnya lebih mudah dikeluarkan, namun ini bukan solusi jangka panjang untuk sembelit.
Baca juga: Pusat Bolehkan Kuliah Tatap Muka, Begini Sikap Kampus di Jogja
Di sisi lain, kata Wolf, ada yang disebut diare yakni saat tipe feses 5, 6, dan 7 atau disebut tinja encer. Tipe 6 atau 7 biasanya tidak terjadi sepanjang waktu.
Seseorang disebut mengalami diare jika BAB tiga kali atau lebih dalam sehari yang biasanya disebabkan virus atau keracunan makanan.
Diare kronis bisa berlangsung setidaknya selama empat minggu dan mungkin merupakan tanda dari masalah kesehatan yang mendasari, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit Crohn, intoleransi laktosa atau lainnya.
Jadi, salah satu alasan penting untuk melihat feses atau tinja adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan usus Anda.
"Pada beberapa orang, tipe 2 atau 5 mungkin yang terjadi sepanjang hidup mereka. Mereka tidak perlu mendapatkan evaluasi dari dokter untuk melihat apakah ada yang salah," ungkap Wolf.
"Tetapi jika Anda mengalami perubahan pada tinja atau mengalami gejala lain seperti sakit perut atau penurunan berat badan dengan diare, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
DPRD Bantul mendorong tambahan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla selama kemarau.
Israel kembali menyerang Gaza pada 1 September 2026. Hamas mengecam serangan dan mendesak mediator menekan Israel mematuhi gencatan senjata.
BPS mencatat perjalanan wisnus tujuan DIY mencapai 4,28 juta pada Juli 2026, naik 21,68 persen dibandingkan Juli 2025.
Indonesia menyampaikan belasungkawa atas mangkatnya Raja Harald V dari Norwegia pada 28 Agustus dalam usia 89 tahun.