Komdigi Perkuat Akses Layanan Digital untuk Penyandang Disabilitas
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan layanan digital pemerintah wajib ramah disabilitas agar seluruh warga mendapat akses informasi publik.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Hand sanitizer bisa dibuat dari bahan alami yang ada di sekitar kita. Buktinya, lima Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menciptakan formula hand sanitizer alami berbahan dasar limbah nasi.
Lima mahasiswa yang berasal dari Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medis ini terdiri atas Yasmin Auliya Hylmi, Annisa Maulidya, Ajeng Dilla Lestari, Hilda Rachmania Panglipurning dan Silvia Eka Kurniawati.
“Kami berhasil menciptakan formula bioetanol dari nasi basi dengan penambahan ekstrak daun kemangi yang berpotensi sebagai inovasi hand sanitizer alami,” kata Yasmin Auliya Hylmi, Ketua Tim Mahasiswa, Senin (23/11/2020).
Ia melanjutkan, kandungan formula bioetanol dari nasi basi dengan penambahan ekstrak daun kemangi itu efektif membunuh berbagai mikroba. Seperti bakteri dan jamur termasuk coronaviruses.
Baca juga: Pajak Digital Gagal Disepekati di KTT G20 Tahun Ini
Selain itu, katanya, formula buatan mahasisa Universitas Airlangga tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, tidak mengandung metanol. Sehingga tidak menimbulkan efek toksisitas. Selanjutnya, bahan dasar yang digunakan alami. Formula tersebut juga murah. Pasalnya, hand sanitizer ini berbahan dasar limbah. Meskipun dari limbah, formula tersebut efisien digunakan.
Baca Juga: Ada Ruang Pelayanan Pasien Gigi Bertekanan Negatif Saat Pandemi, Apa Itu?
Selanjutnya, kandungan itu tidak hanya berperan sebagai antibakteri, tetapi juga sebagai anti virus dan anti fungi.
“Kami menggunakan metode destilasi bertingkat serta peragian untuk mendapatkan kadar bioetanol dari limbah nasi. Takarannya sesuai dengan kadar efektif hand sanitizer, yakni sekitar 60 hingga 80 persen,” jelasnya.
Sementara itu, ekstraksi daun kemangi dilakukan menggunakan metode maserasi. Pelarut dengan tingkat kepolaran tertentu digunakan agar mendapatkan ekstrak yang diharapkan. Finalisasi uji fitokimia juga telah dilakukan.
Baca juga: Barusan Nikah, Malam Pertama Sule Ternyata Gagal
Yasmin menambahkan, ide memanfaatkan limbah nasi itu muncul lantaran tidak sedikit nasi yang terbuang secara cuma-cuma dari warung makan. Selain itu, fasilitas cuci tangan di era pandemi masih minim.
“Kami mencoba menggabungkan beberapa masalah tersebut untuk mendapatkan satu solusi yang kami harap efektif sebagai penyelesaian,” ujar mahasiswa Universitas Arilangga ini .
Gagasan yang tercipta itu diikutsertakan dalam Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) 2020. Setelah melalui persaingan yang cukup ketat, Yasmin dan timnya berhasil membawa pulang Juara LKTI Sub Kategori Saintek Inovasi Bioekonomi.
Berita ini sudah tayang di Okezone dengan judul "Limbah Nasi Ternyata Bisa Dibuat Formula Hand Sanitizer".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan layanan digital pemerintah wajib ramah disabilitas agar seluruh warga mendapat akses informasi publik.
Mahasiswa di Kota Jogja kehilangan motor Honda CBR 150 di rumah kos saat menghadiri kondangan. Polisi masih memburu dua pelaku yang terekam CCTV.
Kejaksaan Agung resmi menahan Don Ritto dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU PT Asabri usai pelimpahan perkara dari Polri.
Lima mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma mengembangkan inovasi layanan konseling berbasis Virtual Reality (VR)
Meta Deskripsi:Otorita IKN mengusulkan tambahan anggaran Rp2,7 triliun untuk proyek pembangunan baru, pengelolaan aset, dan pembebasan lahan IKN.
Kekeringan di Gunungkidul meluas. BPBD telah menyalurkan 38 tangki air bersih dan menyiapkan 1.150 tangki untuk warga terdampak.