Antrean Ketapang-Gilimanuk 17 Km, Dermaga Jadi Kendala
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Psikolog anak Rose Mini A.P. mengungkapkan bermain tidak hanya menjadi dunia yang menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga jadi medium untuk belajar paling alami, terutama bagi anak usia prasekolah.
"Anak itu senang sekali main. Didasari tidak keterpaksaan dan merupakan cara belajar paling alami. Jadi kalau anak \'Adek, ini duduk sini, legonya sudah di sini ya, harus main!, itu namanya bukan bermain. Kalau bermain artinya dia harus milih sendiri," tutur psikolog yang akrab disapa Bunda Romi itu dalam webinar bersama Kodomo Challenge, Rabu (18/11/2020).
Baca juga: Bersiap Liburan Natal? Ini Lokasi Wisata Penuh Keindahan
Lewat bermain, anak juga menambah wawasan, kemampuan, dan membentuk perilaku anak. Sehingga, sebaiknya anak dibiarkan saat menggunakan benda-benda yang ada di rumah sebagai media bermain, kata Bunda Romi. Sebab, aktivitas itu bisa merangsang daya kreatif anak.
Ia juga menyampaikan bahwa anak usia dini memiliki keunikan dengan cara berpikirnya yang masih konkret dan rasa ingin tahu besar. Mereka juga sangat senang berimajinasi.
Baca juga: Stres? Coba Saja Tata Ulang Benda di Rumah
"Anak usia dini itu unik banget. Pikirannya masih konkret. Jadi jangan sampai bilang \'Adek, ada pensil bisa digunakan untuk menulis\', tapi tidak ditunjukan bendanya seperti apa. Otak anak hanya bisa menerima sesuatu yang konkret, ada wujudnya," jelas Bunda Romi.
"Kemudian, anak juga punya rasa ingin tahu yang besar. Itu yang menyebabkan semua barang di rumah berantakan. Dan suka berfantasi dengan imajinasi. Pura-pura masak-masakan, suka pakai sepatu hak tinggi, main mobil-mobilan pakai panci. Itu perlu untuk usia dini," lanjutnya.
Lewat bermain, orangtua juga bisa mengajarkan logical mathematical. Bunda Romi menjelaskan bahwa mengajarkan anak matematika logika tidak selalu dengan berhitung. Anak bisa diajak bermain dengan mengelompokkan mainannya berdasarkan warna, ukuran, atau pun jenisnya.
"Dasarnya seperti itu dulu. Belajar bilangan banyak, sedikit, kurang," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.