Selat Hormuz Dibuka, Tekanan Industri Tekstil RI Belum Reda
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.
Ilustrasi Diabetes Melitus/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Penderita diebetes harus memiliki kewaspadaan lebih di mucim pandemi Covid-19 ini. Mereka harus mMengontrol kadar gula darah.
Apabila abai dan gula darah naik, bisa-bisa memperparah kondisi bahkan berujung pada komplikasi penyakit seperti jantung, gagal ginjal kronis, stroke, hingga diamputasinya organ tubuh.
Spesialis Endokrinologi dr, Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa mengontrol gula darah juga berarti mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat. Penderita diabetes perlu menghindari segala macam produk pangan yang serba tinggi kalori dan gula.
Baca juga: Berhenti Makan Daging Merah, Ini 7 Reaksi Tubuh yang Mungkin Terjadi
"Asal jangan terlalu banyak kalori. Mau daun kelor, bayem, kangkung, itu bermanfaat sebagai sumber kalori rendah tapi mengenyangkan," ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.
Penderita diabetes juga disarankan menghindari camilan. Andaikata tak tahan untuk ngemil, sebaiknya mengganti camilan dengan mengonsumsi buah-buahan.
"Paling bahaya di masa pandemi banyak ngemil. Itu yang bikin gila darah naik. Ngemilnya diganti buah-buahan," tegasnya.
Baca juga: Catat! 3 Hal Ini Harus Anda Bersihkan saat Pandemi Corona
Di tengah pandemi ini sangat penting bagi penderita diabetes menjaga diri karena mereka masuk ke dalam kelompok rentan tertular virus corona (Covid-19). Hal ini lantaran mereka memiliki sistem imun yang rendah.
"Karena sistem kekebalan tubuhnya berubah. Semakin buruk lagi kalau gula darah jelek. Semakin jelek gula darahnya semakin lemah daya tahan tubuh," jelas Dante.
Oleh karena itu, selain mengontrol kadar gula darah, penderita diabetes sebaiknya rutin berolahraga dan minum obat sesuai resep dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.