Terlibat Narkoba, Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Sakit kepala bagian belakang./Okezone.com
Harianjogja.com, JOGJA - Pusing di kepala kerap dialami beberapa orang. Seringkali mereka menganggap remeh dan menganggap bahwa pusing itu akan hilang dengan sendirinya.
Tapi, jika muncul pusing di kepala juga harus diwaspadai sebagai gejala umor otak.
Ada beberapa tanda peringatan khusus yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang lebih serius.
"Sekitar lima puluh persen orang yang didiagnosis dengan tumor otak mengeluh bahwa sakit kepala yang terus-menerus adalah salah satu gejala pertama yang mereka alami saat mengunjungi dokter umum," kata Sanj Bassi, Konsultan Ahli Bedah Saraf di London Neurosurgery Partnership di Harley Street Clinic, HCA Healthcare UK.
Bassi juga menjelaskan mekanisme kanker yang dapat menyebabkan sakit kepala.
Dia memaparkan, dengan tumor otak, sakit kepala tidak disebabkan oleh tumor itu sendiri, karena otak tidak memiliki reseptor rasa sakit.
Hal itu melainkan disebabkan oleh tumor yang menekan pembuluh darah sensitif dan saraf di dalam otak, menyebabkan pembentukan -up tekanan.
"Nyeri juga bisa disebabkan oleh tumor yang menghalangi aliran cairan serebrospinal di otak."
Oleh karena itu, seperti dikemukakan Bassi, jika seseorang menderita tumor otak, sakit kepala yang dideritanya biasanya sangat berbeda dengan sakit kepala biasa karena sering disertai gejala lain.
Sakit kepala yang terkait dengan tumor otak biasanya memburuk di pagi hari, terutama saat orang pertama kali bangun, kata Bassi.
"Karena sakit kepala akibat tumor otak sering kali disebabkan oleh penumpukan cairan serebrospinal di otak, intensitasnya dapat berkurang saat seseorang berdiri dan cairan serebrospinal mulai mengalir atau diperburuk dengan batuk, membungkuk, atau berteriak," kata dia.
Sebagai perbandingan, sakit kepala biasa, umumnya akan jauh lebih pendek dan ringan serta dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, kata Bassi.
Ia menjelaskan, sakit kepala jenis ini juga memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi, seperti infeksi, kurang tidur atau mabuk.
Selain itu, sakit kepala yang disebabkan tumor otak cenderung memburuk dari waktu ke waktu dan dapat menyerupai migrain atau sakit kepala tegang dengan rasa sakit yang tumpul atau nyeri berdenyut yang terus-menerus, kata Bassi.
Sakit kepala yang disertai muntah berulang kali, perubahan ingatan atau kepribadian, kelemahan otot baru atau gangguan bicara dan penglihatan bisa jadi merupakan pertanda sesuatu yang lebih serius sehingga harus langsung memeriksakan diri ke dokter, ”tandasnya.
Orang yang menderita tumor otak juga mungkin mulai mengalami kejang, baik kejang penuh atau kedutan pada kaki, lengan, atau tangan, tambah Bassi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia, Hari Cat Air Sedunia, dan Hari Konservasi Alam. Kenali makna dan ajakan di balik setiap peringatan global ini!
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.