Ledakan Gudang Munisi Madiun Jadi Alarm Evaluasi Sistem Keamanan TNI
DPR meminta ledakan Gudang Pusat Munisi TNI di Madiun menjadi momentum evaluasi sistem keselamatan, manajemen risiko, dan keamanan aset pertahanan nasional.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Tumor ada yang jinak dan ada yang ganas. Tumor berbeda dengan kanker. Lalu bisakah tumor jinak berubah menjadi ganas atau kanker?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam sub spesialis Hematologi-Onkologi Medik, Prof. Aru Wisaksono Sudoyo secara tegas menjawab, tidak.
"Jadi kanker itu sebenarnya penguasaan lahan, di mana mereka merebut tempat makan kemudian merebut pengaruh. Ini bedanya tumor jinak dan ganas, tumor jinak tidak pernah menjadi ganas," ujar Prof. Aru dalam seminar zoom Yayasan Kanker Indonesia, Sabtu (3/10/2020).
Baca juga: Indonesia Akan Sediakan 376 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Ini Tahapannya
Menurut prof. Aru sejak awal tumor terbentuk dari awal akan terlihat apakah termasuk jinak atau ganas. Perbedaan dalam bentuk sel, tumor jinak tertahan oleh lingkaran atau dinding yang membuat selnya tidak akan menyebar.
"Dari awal apakah itu jinak seperti mioma misalnya, walaupun beratnya 10 kilogram tidak akan pernah berubah," ujar Prof. Aru.
Sehingga di beberapa kasus akan terlihat orang yang memiliki tumor besar hingga yang beratnya mencapai kiloan di leher, perut, payudara, berukuran besar tapi tidak menyebar seperti kanker, karena mereka ada dinding yang membatasi.
Baca juga: CEK FAKTA: Benarkah Pakai Masker Wajah Menimbulkan Penumpukan Karbon Dioksida?
Berbeda dengan tumor ganas atau kanker, bentuk selnya memperlihatkan bagaimana mereka tidak dibatasi dinding, sehingga mudah menyebar, menginfeksi sel lainnya. Itulah dikatakan ada kanker dengan penyebaran yang agresif atau sangat cepat.
"Tumor jinak selalu ada di dalam dinding dan tidak pernah keluar dari situ. Sebelah kanan, tumor ganas itu dindingnya tidak ada, jadi dia ke sana kemari terbawa sampai jauh," jelasnya.
"Kista di payudara juga tidak akan pernah berubah menjadi ganas. Kalau ganas dari awal juga sudah bertumbuh menjadi ganas," lanjutnya.
Dokter yang berpraktik di RS Medistra Jakarta dan RSU Bunda Jakarta ini berkata, baik tumor maupun kanker, merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terpengaruhi sekitarnya.
Untuk sel tumor ganas atau kanker biasanya dia akan melebar dan keluar dari jaringan sel, lalu terbawa darah dan menyebar menjangkiti sel di organ lain.
"Dari sel normal dia membelah menjadi ganas, sifatnya dan bentuknya berbeda dengan normal. Mereka bisa keluar dari sel terbawa oleh darah dan bisa bermetastasis bisa ke paru-paru hati tulang dan otak," jelasnya.
Semua jenis kanker, termasuk payudara memiliki tingkatan stadium 1,2,3, dan 4. Nah, jika sudah di stadium 4 ini biasanya sel sudah bermetastasis terbawa darah dan menjangkiti sel terdekat di organ lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
DPR meminta ledakan Gudang Pusat Munisi TNI di Madiun menjadi momentum evaluasi sistem keselamatan, manajemen risiko, dan keamanan aset pertahanan nasional.
Instagram resmi Persiba Bantul diretas dan mengunggah promo emas serta ponsel murah. Suporter diminta tidak mengklik tautan yang dibagikan.
Rekomendasi pemberhentian Dukuh Banyon di Bantul ditargetkan terbit pekan depan usai proses klarifikasi dugaan pungli dan penggelapan sertifikat.
Harga ayam dan telur di tingkat peternak mulai menguat seiring Program MBG kembali berjalan. Permintaan meningkat dan harga berangsur mendekati HAP.
Kadin mencatat Piala Dunia 2026 memicu perputaran ekonomi Rp5,03 triliun, mendorong UMKM, Horeka, hingga belanja elektronik masyarakat.
Pelabuhan Patimban resmi melayani peti kemas internasional perdana yang diharapkan memperkuat logistik, perdagangan, dan investasi Indonesia.