Pemerintah Sebu BBM Aman, Pertamina Tambah Armada dan Operasi SPBU
DPR, BPH Migas, dan Pertamina memastikan stok BBM nasional aman. Masyarakat diminta tidak panic buying meski terjadi antrean di sejumlah SPBU.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Banyak rumah kini memasang fasilitas water heater atau pemanas air di rumah mereka. Mandi air hangat memang dianggap baik untuk kesehatan, mulai dari mengurangi stres, relaksasi otot, hingga membantu tidur bertambah nyenyak.
Tapi, sebelum memasang mesin pemanas air, sebaiknya cek dulu karakter air di rumahmu. Head of Product Marketing Dept. Electrolux Indonesia, Hendra Pawitra, mengatakan aliran air yang tinggi kandungan karat maupun zat kapur tidak direkomendasikan untuk dipasang pemanas air.
Baca juga: Acara Kumpul Keluarga Jadi Momen Rawan Penularan Covid-19
"Jadi, kalau misalkan kandungan kapur dan besi terlalu ekstrem, itu tidak disarankan untuk pakai air panas," ujar Hendra dalam acara media launching Electrolux Water Heater, Kamis (3/9/2020).
Menurut Hendra, air panas akan mempercepat proses korosi atau perkaratan pada air yang tinggi zat besi. Begitu juga pada air yang tinggi kandungan kapurnya, air panas akan mempercepat terpisahnya air dan kapur.
"Semakin cepat kandungan kapur itu terpisah dengan air, jadi akan nempel ke elemen mesinnya," terang Hendra.
Baca juga: Setiap Pasangan Disarankan Tetap Pakai Masker Saat Berhubungan Seks
Jika dipaksakan, hal ini tidak hanya akan merusak keran dan pipa tapi juga merusak mesin pemanas air yang dipasang.
Apabila tetap ingin memasang pemanas air, sebaiknya pasang filter air terlebih dulu agar air yang keluar bebas zat besi dan kapur.
"Jadi water heater bukan alat untuk memfilter air, tapi untuk memanaskan air," tegas Hendra.
Meski tidak dilengkapi filter air, Electrolux Water Heater mampu dilengkapi sensor deteksi suhu otomatis, dan dengan sendirinya mesin akan mati saat suhu air di tangki terlalu panas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
DPR, BPH Migas, dan Pertamina memastikan stok BBM nasional aman. Masyarakat diminta tidak panic buying meski terjadi antrean di sejumlah SPBU.
Pemkab Sleman merampungkan pengadaan delapan dump truck dan mulai membangun depo sampah untuk mendukung operasional PSEL Yogyakarta Raya.
DKP Bantul menyiapkan penebaran lebih dari 48.000 benih ikan nilem dan tawes di enam sungai untuk menjaga populasi ikan lokal dan kelestarian lingkungan.
Penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 101.978 unit rumah hingga 15 Juli 2026 dengan nilai pembiayaan Rp12,67 triliun bagi MBR.
Pemerintah membayar bunga utang Rp514,39 triliun sepanjang 2025 atau hampir 20 persen dari total belanja pemerintah pusat.
The Jayakarta Yogyakarta menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan dengan menjadi narasumber dalam kegiatan MPLS