Groundbreaking PSEL Bali, Pemerintah Bidik Energi Bersih dari Sampah
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar pekerja harus melakukan aktivitasnya di rumah untuk meminimalisir risiko penularan penyakit mematikan itu. Namun ternyata bekerja dari rumah atau work from home, punya manfaat yang baik bagi organ intim perempuan. Sebab, selama di rumah, mereka jarang mengenakan pakaian yang ketat dan sintetis.
Memakai pakaian ketat akan membatasi aliran dan sirkulasi udara di sekitar selangkangan, memerangkap panas dan kelembapan di daerah vagina Anda. Ini menciptakan lingkungan yang ideal untuk infeksi bakteri.
Sekarang, karena Anda telah mengenakan pakaian longgar selama ini, kemungkinan besar kesehatan vagina Anda meningkat. Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari Healthshots.
Peluang Anda terkena sariawan vagina sangat rendah
Sariawan vagina adalah infeksi jamur umum yang dihadapi hampir semua perempuan di beberapa titik atau lainnya. Tanda-tanda seperti gatal, radang dan nyeri di bawah sana, sensasi perih saat buang air kecil, dan / atau mengalami nyeri saat berhubungan seks adalah tanda-tanda infeksi ini.
Kebetulan perempuan yang selalu memakai celana ketat seperti skinny jeans, lebih rentan terhadap masalah vagina ini.
Pakaian ini membuat berkeringat di area selangkangan yang pada gilirannya menciptakan lingkungan yang memungkinkan sariawan berkembang.
Terlindung dari infeksi saluran kemih
Mengenakan jeans secara teratur dapat menyebabkan bakteri tidak hanya menumpuk di sana tetapi juga bakteri masuk ke uretra, yang menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) seperti sistitis.
Apa yang terjadi saat Anda terkena ISK? Ini dimulai dengan Anda merasa perlu buang air kecil lebih sering. ISK juga menyebabkan rasa sakit dan rasa terbakar saat buang air kecil dan perasaan tidak nyaman di sekitar kandung kemih juga berlanjut.
Mengurangi risiko vulvodynia
Vulvodynia adalah sindrom nyeri kronis pada vulva yang dapat ditandai dengan sensasi terbakar, iritasi, menyengat, atau nyeri tajam.
Rasa sakitnya bisa sebentar-sebentar atau bisa bertahan bertahun-tahun bersama. Ini bisa dialami setelah berhubungan seks, menggunakan tampon, atau ketika tekanan diberikan pada vagina saat Anda duduk dalam waktu lama. Istirahat dari celana ketat yang memberi tekanan pada selangkangan Anda dapat membantu mengurangi risiko vulvodynia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia, Hari Cat Air Sedunia, dan Hari Konservasi Alam. Kenali makna dan ajakan di balik setiap peringatan global ini!
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk Lurah Sidomulyo, Hariyadi
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.