57 Persen Warga Alami Masalah Gigi, Edukasi Anak Dinilai Mendesak
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Petani garam mengumpulkan butiran garam ditambaknya di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, belum lama ini. Garam tersebut dijual oleh petani ke pengepul seharga Rp100.000 per karung isi 50 kilogram. (JIBI/Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone)
Harianjogja.com, JOGJA - Sebuah penelitian di bawah kepemimpinan University Hospital Bonn menemukan bahwa makan makanan dengan tinggi garam tidak hanya buruk untuk tekanan darah seseorang, tetapi juga untuk sistem kekebalan tubuh.
Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Translational Medicine.
Dilansir dari Science Daily oleh Suara.com--jaringan Harianjogja.com, sukarelawan manusia yang mengonsumsi enam gram garam tambahan per hari juga menunjukkan kekurangan kekebalan tubuh. Jumlah ini sesuai dengan kandungan garam dari dua makanan cepat saji.
Menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah maksimum garam yang harus dikonsumsi orang dewasa adalah 5 gram, kira-kira satu sendok teh.
Namun kenyataannya, banyak orang yang melebihi batas ini. Robert Koch Institute menunjukkan bahwa rata-rata pria mengonsumsi sepuluh gram garam, sementara wanita lebih dari delapan gram sehari.
Bagaimanapun, natrium klorida yang merupakan nama dari garam ini meningkatkan tekanan darah dan dengan demikian meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
"Kami sekarang telah dapat membuktikan untuk pertama kalinya bahwa asupan garam yang berlebihan juga secara signifikan melemahkan sistem kekebalan tubuh," jelas Prof. Dr. Christian Kurts dari Institute of Experimental Immunology di University of Bonn.
Temuan ini terbilang tidak terduga karena beberapa studi menunjukkan arah yang berlawanan. Sebagai contoh, infeksi dengan parasit kulit tertentu pada hewan laboratorium sembuh lebih cepat secara signifikan jika mengkonsumsi makanan tinggi garam.
"Hasil kami menunjukkan bahwa generalisasi ini tidak akurat," tegas Katarzyna Jobin, penulis utama studi ini, yang sejak itu dipindahkan ke Universitas Würzburg.
Ada dua alasan mengapa parasit kulit tertentu sembuh lebih cepat secara signifikan jika mengkonsumsi makanan tinggi garam. Pertama, tubuh menjaga konsentrasi garam dalam darah dan berbagai organ sebagian besar konstan.
Kalau tidak, proses biologis yang penting akan terganggu. Satu-satunya pengecualian utama adalah kulit karena berfungsi sebagai penampung garam tubuh.
Inilah sebabnya asupan tambahan natrium klorida bekerja sangat baik untuk beberapa penyakit kulit. Sebaliknya, natrium dalam tubuh akan disaring oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin. Nah, di sinilah mekanisme kedua berperan, ginjal memiliki sensor natrium klorida yang mengaktifkan fungsi ekskresi garam.
Tetapi, sebagai efek samping yang tidak diinginkan, sensor ini juga menyebabkan apa yang disebut glukokortikoid menumpuk di dalam tubuh. Hal ini pada gilirannya menghambat fungsi granulosit, jenis sel imun yang paling umum dalam darah.
Pada sukarelawan manusia, asupan garam yang berlebihan juga mengakibatkan peningkatan kadar glukokortikoid yang menghambat sistem kekebalan tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.