Inflasi September 2026 Diproyeksi Tembus 3,3%, MBG dan El Nino Jadi Pemicu
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Memberi penjelasan pada anak mengenai bahaya virus corona baru (Covid-19) tidaklah mudah, hal yang pertama yang harus dilakukan tentu menyampaikannya dengan bahasa yang mereka mengerti.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah kemungkinan akan dibuka kembali. Namun dengan belum ditemukannya vaksin untuk Covid-19, anak-anak juga harus patuh pada protokol kesehatan dan keamanan saat berada di lingkungan sekolah.
Pada dasarnya protokol kesehatan dan keselamatan antara anak-anak dan orang dewasa tidaklah berbeda. Hanya saja, untuk menerapkannya kepada sedikit susah, oleh karenanya diperlukan andil orang tua untuk memberi pemahaman pada anak.
"Beri penjelasan yang jelas dan menggunakan bahasa anak. Orang tua dapat menggunakan buku, gambar atau video yang dapat membantu soal ini," kata Psikolog, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi kepada dikutip Antara pada Rabu (10/6/2020).
Gambar atau video yang menarik akan memudahkan akan dalam memahami bahaya serta pencegahan virus corona. Saat ini banyak video animasi yang dibuat dengan tampilan menarik agar anak-anak mudah mencerna pesan yang disampaikan.
Setelah menyaksikan video atau gambar, orang tua juga harus mempraktikkannya melalui sebuah simulasi. Misalnya membuat suasana seperti di dalam kelas atau sekolah, kemudian menerapkan jaga jarak aman dengan teman serta cara cuci tangan.
"Untuk anak usia dini bisa juga ditambahkan dengan latihan atau praktik melalui simulasi atau main peran bagaimana nanti di sekolah," kata dia menjelaskan.
Sementara itu, psikolog klinis Jacqueline Sperling, PhD menulis di laman health.harvard.edu menyarankan agar anak diberi informasi yang cukup soal virus corona namun tidak dibuat panik.
"Anak-anak memiliki imajinasi yang rumit yang dapat menuntun mereka untuk membuat cerita mengerikan yang tidak perlu ada di dalam pikiran mereka jika orang tua tidak berbicara sama sekali, atau cukup, tentang topik seperti ini. Di ujung lain spektrum, memberikan terlalu banyak informasi bisa membuat panik," kata Sperling.
Jadi apa yang harus lakukan? "Pikirkan tentang apa yang perlu diketahui anak Anda untuk memahami apa itu virus dan apa yang harus dilakukan," kata dia.
Jika Anda sendiri ragu tentang coronavirus, cari jawaban dari sumber yang dapat dipercaya, seperti sumber-sumber dari Kementerian Kesehatan, yang menawarkan berbagai informasi tentang virus. Laman Organisasi Kesehatan Dunia juga dapat membantu Anda memberikan jawaban yang benar untuk beberapa pertanyaan mengejutkan dan informasi yang salah yang menyebar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.