Kehidupan Seni Malioboro Digairahkan Lagi lewat Nol Koma #1
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
Senandung untuk Sang Legenda
Harianjogja.com, JOGJA—Masa pandemi Covid-19 tak melunturkan niat Sky Entertainment menghadirkan sajian menarik bagi publik.
Mengusung tema tribute untuk mendiang Didi Kempot, event organizer itu menyuguhkan sajian musik Senandung untuk Sang Legenda lewat tayangan streaming di Youtube pada Minggu (10/5) sore.
Produser acara, Yudha Mahesa, mengungkapkan acara itu diikuti Ndarboy Genk, Gaseng Om Wawes dan Bagus Guyon Waton. Mereka bergantian menyanyikan lagu-lagu milik almarhum Didi Kempot maupun lagu milik grup musik mereka sendiri.
Gaseng dan Bagus bahkan sempat berduet membawakan sebuah lagu milik Didi Kempot sebagai pembuka acara. Keduanya tampil bareng di studio Sky Entertainment sedangkan Ndarboy Genk siaran jarak jauh dari lokasi lain.
“Artis yang tampil di studio tetap mengedepankan pencegahan Covid-19 karena pada intinya, bagaimana publik tetap bisa terhibur di masa pandemi ini. Tentu saja sekaligus untuk mengenang sang legenda Didi Kempot,” ungkap Yudha, Minggu.
Yudha mengungkapkan pentas untuk mengenang Didi Kempot digelar di masa pandemi ini sebagai pelecut semangat para musikus-musikus muda untuk terus berkarya meneruskan perjuangan Didi Kempot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
AS mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi di tengah ancaman konflik Iran.
Angka pernikahan di Jogja turun. Pendidikan, karier, ekonomi hingga ketakutan gagal berumah tangga memengaruhi keputusan anak muda.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.