Pasar Tenaga Kerja Amerika Serikat Lesu, Pengangguran Naik Jadi 4,2%
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.
Ilustrasi gatal-gatal. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Eksim atau eczema dapat berlangsung dalam jangka panjang dan berulang. Karena itu, memahami faktor pemicu serta kondisi kulit menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kekambuhan.
Dokter Spesialis Kulit dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE mengatakan penanganan eksim tidak hanya dilakukan ketika gejala memburuk. Perawatan kulit yang tepat juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan kondisi tersebut.
“Penanganan eksim bukan sekadar tentang meredakan keluhan saat gejala memburuk. Mengingat kondisi ini memiliki penyebab dan pencetus yang multifaktorial. Pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien. Perlu diingat, mencegah kekambuhan eksim melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati eksim saat kambuh,” kata Tomi Nugraha dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Dokter lulusan Universitas Padjajaran tersebut menjelaskan perjalanan setiap pasien dengan eksim dapat berbeda. Faktor genetik, kondisi kulit, lingkungan, hingga perubahan yang terjadi dalam tubuh dapat berperan dalam muncul atau memburuknya flare-up atau gejala yang memburuk.
Kondisi Kulit Bisa Berubah
Menurut Tomi, mengenali pola dan kondisi kulit masing-masing menjadi bagian penting dalam pengelolaan eksim.
Kebutuhan kulit juga dapat berubah pada berbagai fase kehidupan. Artinya, kondisi dan kebutuhan kulit seseorang tidak selalu sama dari waktu ke waktu.
Perubahan yang terjadi pada tubuh, termasuk pada fase perimenopause, menopause, hingga postmenopause, menjadi salah satu konteks yang perlu dipahami. Pada fase tersebut, kondisi dan kebutuhan kulit seseorang dapat berubah.
Karena itu, pengelolaan eksim tidak hanya berkaitan dengan kondisi kulit ketika gejala muncul. Pemahaman terhadap perubahan kondisi kulit juga diperlukan untuk menyesuaikan perawatan.
Eksim Bisa Memengaruhi Aktivitas dan Emosi
Dermatolog ERHA Ultimate itu turut menyebut eksim dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kondisi emosional.
Dalam menjalani perawatan, keluarga juga turut mendampingi pasien. Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pengelolaan eksim, terutama ketika pasien membutuhkan dukungan dalam menghadapi perubahan kondisi kulit.
Seorang ibu yang mendampingi anak dengan eksim, Fitri Said, turut membagikan pengalaman dalam memahami perubahan pada kulit. Ia juga menghadapi periode flare-up, menyesuaikan aktivitas sehari-hari, hingga menjalani proses perawatan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa eksim dapat menjadi perjalanan yang turut dialami oleh orang-orang terdekat pasien. Dukungan keluarga dapat diberikan melalui proses memahami kondisi pasien, membantu mengenali kebutuhan sehari-hari, serta mendampingi perjalanan perawatan dalam jangka panjang.
Edukasi Eksim dalam World Atopic Eczema Day 2026
Pembahasan mengenai eksim tersebut disampaikan dalam talkshow “Beyond the Flare, Every Skin Has a Story”.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati World Atopic Eczema Day 2026 di ERHA Center Iskandarsyah, Jakarta, pada Jumat (25/9).
World Atopic Eczema Day diperingati setiap 14 September sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai atopic eczema atau eksim atopik.
Peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman mengenai dampak eksim terhadap pasien, keluarga, dan caregiver atau pendamping.
Dengan kondisi eksim yang dapat berlangsung lama dan berulang, mengenali faktor pemicu, memahami perubahan kondisi kulit, serta melakukan perawatan yang tepat menjadi bagian penting dalam pengelolaan kondisi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.