Kratom Berpotensi Disalahgunakan, Polri-BPOM Perkuat Pengawasan
Polri dan BPOM membahas penyusunan regulasi penggunaan kratom untuk mencegah penyalahgunaan tanaman yang berpotensi membahayakan.
Slank. /Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA- Kabar mengejutkan datang dari grup band Slank. Rencana konser untuk merayakan hari jadi ke-36 dan malam tahun baru di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dibatalkan promotor.
Menurut keterangan pers yang diterima Suara.com, Kamis (26/12/2019), pembatalan konser tersebut disebabkan karena faktor teknis.
"Karena keadaan yang tidak terduga, alasan teknis, maka kami akan membatalkan pertunjukan konser \'Slanking Forever 36\'," ungkap promotor The Ocean Entertaiment.
Kendati demikian, promotor berjanji akan mengembalikan uang pembelian tiket kepada calon penonton.
Sementara itu, saat ditemui dalam peluncuran boxset album \'Slanking Forever\', pentolan Slank, Bimbim, enggan menanggapi ihwal batalnya konser tersebut.
"Soal boxset saja dulu (pertanyaannya)," ujar Bimbim.
Seperti diketahui, tiket konser Slank itu dijual dari mulai harga Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Tiket mulai bisa dibeli dari 8 Desember 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polri dan BPOM membahas penyusunan regulasi penggunaan kratom untuk mencegah penyalahgunaan tanaman yang berpotensi membahayakan.
Konsumsi minuman manis berlebihan dapat meningkatkan risiko fatty liver. Dokter menjelaskan penyebab, gejala, risiko, dan cara mencegahnya.
Bahlil menyebut ekspor listrik Indonesia bisa berlanjut jika negara pembeli menyepakati harga. Pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan domestik.
Damkarmat Kota Jogja masih menerima panggilan hotline darurat tanpa respons. Persoalan ini telah dilaporkan kepada Diskominfo dan Telkomsel.
Sebanyak 375 pelajar dan mahasiswa menerima bantuan pendidikan BAZNAS Kulon Progo. Nilainya Rp1 juta hingga Rp2 juta sesuai jenjang pendidikan.
Bareskrim menetapkan 13 tersangka TPPO bermodus perekrutan tentara bayaran Rusia. Sebanyak 58 orang tercatat menjadi korban dalam lima perkara.