Macklemore Umumkan Konser Free Palestine di Dublin, Paris dan London

Jumali
Jumali Jum'at, 25 September 2026 08:07 WIB
Macklemore Umumkan Konser Free Palestine di Dublin, Paris dan London

Macklemore /Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, mengumumkan rangkaian konser bertajuk “Free Palestine” setelah dirinya dikeluarkan dari sisa tur Loop Ed Sheeran di Amerika Serikat.

Pengumuman tersebut disampaikan Macklemore pada Kamis (24/9/2026). Rangkaian pertunjukan itu akan dimulai di Eropa pada Oktober mendatang, dengan tiga kota pertama yang telah dikonfirmasi yakni Dublin, Paris, dan London.

Menurut penyelenggara, hasil dari konser tersebut akan disalurkan kepada sejumlah organisasi yang memberikan bantuan kemanusiaan, layanan medis, pendidikan, dukungan komunitas, advokasi, serta bantuan lainnya bagi masyarakat Palestina.

Konser pertama dijadwalkan berlangsung di 3Arena, Dublin, pada 26 Oktober 2026. Dua pertunjukan berikutnya akan digelar di Accor Arena, Paris, 29 Oktober, serta OVO Arena Wembley, London, 30 Oktober.

Sejumlah tanggal dan kota tambahan, termasuk di Amerika Serikat, disebut akan diumumkan kemudian. Artis yang akan tampil bersama Macklemore juga belum seluruhnya diumumkan.

Macklemore Keluar dari Tur Ed Sheeran

Pengumuman tur baru tersebut datang sekitar 10 hari setelah Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat.

Persoalan bermula dari penampilan Macklemore di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026. Dalam penampilannya sebagai artis pendukung, ia menyampaikan dukungan terhadap Palestina dan menyerukan perhatian terhadap kondisi masyarakat Gaza serta Tepi Barat yang diduduki.

Pada 14 September, keputusan untuk menghapus Macklemore dari sisa jadwal tur diumumkan. Menurut promotor Messina Touring Group, keputusan tersebut berkaitan dengan penolakan sejumlah pemilik venue untuk menjadi tempat pertunjukan apabila Macklemore tetap menjadi artis pendukung.

Macklemore kemudian menyatakan bahwa dirinya dan Sheeran telah melakukan sejumlah pembicaraan terkait persoalan tersebut.

Di sisi lain, Robert Kraft, pemilik sejumlah venue yang terkait dengan tur, mengkritik pernyataan Macklemore dan menuduhnya menggunakan retorika antisemit. Macklemore membantah tuduhan tersebut. Kedua posisi tersebut menjadi bagian dari kontroversi yang berkembang setelah penampilannya di New Jersey.

Artis Pendukung Lain Ikut Mundur

Persoalan tersebut kemudian berdampak pada rangkaian tur Sheeran. Sejumlah artis pendukung lainnya, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga, memilih tidak melanjutkan keterlibatan mereka dalam sisa tur Amerika Utara.

Keputusan tersebut disebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore. Mundurnya para artis pendukung juga membuat munculnya permintaan pengembalian tiket dari sebagian penonton yang sebelumnya membeli tiket dengan mengetahui susunan penampil pendukung.

Sheeran kemudian memberikan penjelasan dalam konsernya di Philadelphia. Ia mengatakan keputusan untuk mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya dan menyebut dirinya berupaya menjadi penengah dalam persoalan yang melibatkan artis, promotor, dan pihak venue.

Jadwal Awal Tur Free Palestine

Berikut tiga jadwal pertama yang telah dikonfirmasi:

TanggalKotaVenue
26 Oktober 2026Dublin, Irlandia3Arena
29 Oktober 2026Paris, PrancisAccor Arena
30 Oktober 2026London, InggrisOVO Arena Wembley

Macklemore menyebut rangkaian pertunjukan tersebut sebagai “Free Palestine” dan akan tampil bersama sejumlah teman serta artis lain. Nama seluruh penampil pendukung belum diumumkan.

Organisasi yang tercantum sebagai penerima hasil konser antara lain Anera, Gaza Soup Kitchen, Taawon, HEAL Palestine, Palestinian Youth Movement, Middle East Children's Alliance, Jewish Voice for Peace, Medical Aid for Palestinians, Palestine Children's Relief Fund, dan UNRWA USA.

Ed Sheeran Bicara soal Gaza

Kontroversi tersebut juga membuat Ed Sheeran memberikan pernyataan mengenai situasi Gaza ketika tampil di Philadelphia.

Sheeran menggambarkan kondisi di Gaza sebagai “catastrophic and unjustifiable” dan menyampaikan kesedihannya atas korban sipil. Ia juga mengatakan musik yang dibawakannya dimaksudkan sebagai ruang untuk menyatukan orang, meskipun dirinya kemudian terseret dalam perdebatan mengenai politik dan kebebasan berekspresi.

Sementara itu, Macklemore kini mempersiapkan rangkaian pertunjukan baru yang secara terbuka membawa isu Palestina sebagai bagian dari tema konser. Jadwal tambahan di Eropa dan Amerika Serikat masih akan diumumkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online