Jokowi: Saya Yakin Elon Musk Buka Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia
Meski masih dalam proses negosiasi, Presiden Jokowi meyakini Bos Tesla, Elon Musk, pada akhirnya akan memutuskan menggelontorkan investasi di Indonesia.
foto ilustrasi, sumber: Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Teh merupakan minuman yang lazim dikonsumsi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Banyak negara memiliki budaya teh, dan teh matcha dari Jepang semakin populer di seluruh dunia.
Di Jepang, matcha memiliki sejarah panjang digunakan untuk berbagai keperluan pengobatan. Dipercaya memiliki berbagai efek baik bagi kesehatan, tetapi bukti ilmiah relatif sedikit mendukung klaim itu.
Baru-baru ini, sekelompok peneliti Jepang dari Kumamoto University telah menunjukkan bahwa perilaku cemas pada tikus berkurang setelah mengonsumsi bubuk matcha atau ekstrak matcha.
Efeknya yang menenangkan tampaknya disebabkan oleh mekanisme yang mengaktifkan reseptor dopamin D1 dan reseptor serotonin 5-HT1A, yang keduanya terkait erat dengan perilaku cemas.
Matcha adalah bubuk daun yang ditumbuk halus dari daun Camellia Sinensis semak teh hijau. Produk olahannya seperti teh dan penyedap makanan, dinikmati di seluruh dunia.
Di Jepang, penggunaan obat historis untuk matcha termasuk membantu orang rileks, mencegah obesitas, dan perawatan kulit. Oleh karena itu, para peneliti berusaha untuk menentukan berbagai efek menguntungkannya.
Para peneliti menggunakan tes "elevated plus maze" yakni platform sempit yang ditinggikan, dengan dua lengan berdinding yang memberikan keamanan bagi subjek uji, biasanya tikus.
Metode ini digunakan sebagai tes kecemasan untuk tikus dengan gagasan bahwa hewan yang mengalami kecemasan lebih tinggi akan menghabiskan lebih banyak waktu di daerah yang lebih aman.
Dengan menggunakan tes ini, para peneliti menemukan bahwa kecemasan tikus berkurang setelah mengonsumsi bubuk matcha atau ekstrak matcha.
Selain itu, ketika aktivitas anxiolytic dari ekstrak matcha yang berbeda dievaluasi, efek yang lebih kuat ditemukan dengan ekstrak yang diperoleh menggunakan etanol 80% dibandingkan dengan ekstrak yang hanya berasal dari air panas.
Dengan kata lain, komponen matcha yang larut dalam air yang buruk memiliki efek ansiolitik yang lebih kuat daripada komponen yang mudah larut dalam air.
Analisis farmakologis perilaku lebih lanjut mengungkapkan bahwa ekstrak Matcha dan Matcha mengurangi kecemasan dengan mengaktifkan reseptor dopamin D1 dan serotonin 5-HT1A.
"Meskipun penelitian epidemiologis lebih lanjut diperlukan, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa Matcha, yang telah digunakan sebagai agen obat selama bertahun-tahun, mungkin cukup bermanfaat bagi tubuh manusia," kata pemimpin studi, Yuki Kurauchi, seperti dilansir Science Daily, Rabu (11/12/2019).
"Kami berharap bahwa penelitian kami tentang matcha dapat menghasilkan manfaat kesehatan di seluruh dunia."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Meski masih dalam proses negosiasi, Presiden Jokowi meyakini Bos Tesla, Elon Musk, pada akhirnya akan memutuskan menggelontorkan investasi di Indonesia.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.