Cara Baru Lawan Nyamuk Google Gunakan AI dan Bakteri Wolbachia
Google dan Verily usulkan pelepasan 64 juta nyamuk mandul di AS untuk kendalikan penyakit dengan teknologi AI.
Ekspresi marah./Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Gaslighting merupakan bentuk manipulasi emosional yang sering muncul secara halus dalam interaksi sehari-hari dan kerap tidak disadari oleh korbannya.
Menurut para ahli yang dikutip dari Verywell Mind, gaslighting dapat membuat seseorang meragukan persepsi, ingatan, hingga kewarasan dirinya sendiri jika terjadi terus-menerus.
Dampaknya tidak hanya pada kondisi emosional, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan diri, memicu rasa tidak berharga, hingga mengganggu kesehatan mental jangka panjang.
Perilaku halus yang sering tidak disadari
Gaslighting sering tersamarkan dalam bentuk candaan, kritik, atau bahkan sikap yang tampak seperti perhatian, sehingga sulit dikenali sebagai perilaku manipulatif.
Berikut tujuh tanda gaslighting yang perlu diwaspadai dalam hubungan sehari-hari:
1. Sering memotong pembicaraan
Perilaku memotong pembicaraan secara berulang dapat menjadi tanda kurangnya penghargaan terhadap pendapat orang lain.
Jika terjadi terus-menerus, hal ini bisa membuat seseorang merasa tidak didengar dan kehilangan kepercayaan diri untuk berbicara.
2. Mengabaikan perasaan
Ketika perasaan Anda dianggap berlebihan atau tidak penting, hal ini dapat membuat Anda meragukan validitas emosi sendiri.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mendorong seseorang menekan kebutuhan pribadi demi orang lain.
3. Tidak menepati janji
Kebiasaan tidak konsisten atau sering mengingkari komitmen dapat membuat seseorang merasa tidak diprioritaskan.
Jika berulang, korban bisa mulai menyalahkan dirinya sendiri atas situasi yang sebenarnya berasal dari perilaku orang lain.
4. Komentar merendahkan
Ucapan yang meremehkan, meski dibungkus candaan, dapat perlahan menurunkan rasa percaya diri seseorang.
Hal ini membuat korban mulai mempertanyakan kemampuan dan nilai dirinya sendiri.
5. Melanggar batasan pribadi
Tindakan seperti mengakses barang pribadi tanpa izin menunjukkan tidak adanya penghormatan terhadap ruang pribadi.
Jika dibiarkan, hal ini dapat membuat seseorang kehilangan rasa kontrol atas dirinya sendiri.
6. Manipulasi dengan rasa bersalah
Gaslighting juga dapat muncul melalui penggunaan rasa bersalah untuk mengendalikan tindakan orang lain.
Korban sering dibuat merasa bertanggung jawab atas hal yang sebenarnya bukan kesalahannya.
7. Mempermalukan di depan umum
Perilaku merendahkan seseorang di ruang publik dapat merusak harga diri dan kepercayaan diri secara signifikan.
Dampaknya, korban bisa menjadi lebih tertutup dan takut berinteraksi sosial.
Pentingnya mengenali sejak dini
Gaslighting bukan sekadar konflik biasa, melainkan pola perilaku yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental jika dibiarkan.
Mengenali tanda-tandanya sejak awal menjadi langkah penting untuk melindungi diri, menetapkan batasan sehat, dan membangun hubungan yang lebih sehat di mana rasa hormat tetap dijaga.
Jika seseorang merasa mengalami gaslighting, disarankan untuk mencari dukungan dari orang terpercaya atau bantuan profesional agar dampaknya tidak semakin meluas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google dan Verily usulkan pelepasan 64 juta nyamuk mandul di AS untuk kendalikan penyakit dengan teknologi AI.
Satpol PP Kota Jogja menjaring 11 remaja yang masih nongkrong lewat pukul 22.00 WIB saat patroli jam malam anak digencarkan.
Penelitian terbaru mengungkap mikroba usus memengaruhi jumlah kalori yang diserap tubuh. Diet tinggi serat terbukti membantu mengontrol berat badan.
Dalang muda tampil dalam Pentas Wayang Kulit dan Golek 2026 di Kulonprogo, memperkuat regenerasi seni tradisi dan budaya Jawa.
Tren beralih ke mobil listrik semakin kuat di 2026 meski insentif dikurangi. Simak data loyalitas konsumen dan pengaruh harga BBM dalam laporan terbaru Edmunds.
PDI Perjuangan DIY memanfaatkan Hari Lahir Pancasila 2026 untuk menginstruksikan kader membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan menjaga gotong royong.