Kanye West Disambut Ribuan Fans di Istanbul
Kanye West menggelar konser akbar di Istanbul, Turki. Pertunjukan itu disebut menjadi salah satu konser terbesar dalam kariernya di tengah berbagai kontroversi.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Hampir setengah dari penduduk dewasa di Indonesia masih mempercayai keberadaan sihir, kutukan, dan praktik meramal masa depan. Fakta ini diungkap oleh lembaga riset terkemuka asal Amerika Serikat, Pew Research Center, dalam survei global yang melibatkan 35 negara.
Berdasarkan data yang dikutip oleh akun analis Seasia Stats, Selasa (2/6/2026), Indonesia menempati peringkat ketujuh di Asia dengan tingkat kepercayaan sebesar 48 persen. Angka ini berarti nyaris separuh dari total responden di Indonesia meyakini bahwa mantra, kutukan, atau sihir memiliki kekuatan nyata yang dapat memengaruhi kehidupan seseorang.
Di atas Indonesia terdapat India dan Thailand yang masing-masing mencatat 49 persen, serta Bangladesh di bawahnya dengan 43 persen.
Sementara itu, negara-negara Asia Tenggara lainnya justru mencatat angka lebih tinggi. Malaysia berada di posisi pertama dengan 61 persen, disusul Filipina 55 persen, serta Singapura dan Turki yang sama-sama berada di angka 52 persen.
Di sisi lain, negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan berada di posisi terbawah dengan tingkat kepercayaan masing-masing hanya 20 persen dan 25 persen.
Kontras Kepercayaan di Indonesia
Terdapat fenomena menarik dalam hasil riset ini terkait Indonesia. Meskipun tingkat kepercayaan terhadap sihir dan kutukan cukup tinggi (48 persen), minat masyarakat terhadap praktik meramal masa depan, seperti horoskop atau ramalan nasib, justru tercatat sangat rendah, yakni hanya 7 persen.
Hal ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan kontras kepercayaan paling tajam di dunia, di mana masyarakat lebih condong pada kekuatan gaib yang bersifat memengaruhi kehidupan daripada praktik prediksi masa depan.
Profil Penduduk yang Percaya pada Kekuatan Gaib
Penelitian Pew Research Center juga membedah karakteristik demografis masyarakat yang lebih condong percaya pada hal-hal mistis.
Di mana, kelompok wanita cenderung lebih percaya dibandingkan pria. Sedangkan individu yang lebih muda lebih banyak yang percaya dibandingkan kelompok usia tua.
Sedangkan individu yang rutin berdoa setiap hari memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk percaya bahwa sihir atau kutukan dapat memberikan pengaruh nyata pada kehidupan mereka.
Secara global, tingkat kepercayaan ini sangat bervariasi. Di kawasan Afrika Sub-Sahara, persentase kepercayaan ini sangat tinggi, dengan Ghana mencapai angka 87 persen. Sebaliknya, negara-negara di Eropa, Amerika Utara, Australia, dan Asia Timur menunjukkan tingkat kepercayaan yang cenderung rendah, umumnya di bawah sepertiga populasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kanye West menggelar konser akbar di Istanbul, Turki. Pertunjukan itu disebut menjadi salah satu konser terbesar dalam kariernya di tengah berbagai kontroversi.
DPUPRKP) Gunungkidul akan melanjutkan proyek normalisasi luweng yang mulai dilaksanakan di 2025. Di tahun ini, normalisasi akan menyasar Luweng Gabluk Ponjong.
Gaji ke-13 cair mulai hari ini, 2 Juni 2026! Cek rincian besaran untuk ASN, TNI, Polri, dan pensiunan serta jadwal pencairannya di sini.
Apple rilis iOS 26.5.1 untuk perbaiki bug pengisian daya di iPhone Air dan iPhone 17. Simak rincian dan cara update sistem Anda di sini.
Simak kalender fenomena langit Juni 2026, mulai dari konjungsi planet hingga puncak hujan meteor. Catat tanggal dan tips pengamatannya di sini.
Bea Cukai Yogyakarta kawal kepulangan jemaah haji di Bandara YIA. Tersedia layanan registrasi IMEI dan pemeriksaan barang yang cepat. Simak detailnya di sini.