Heboh Isu PHK Massal Sopir Tangki Sumut, Begini Penjelasan Pertamina
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Salah satu masalah mata yang cukup banyak diderita di kalangan anak-anak hingga remaja adalah mata minus atau miopia (rabun jauh) . Biasanya, masalah ini berkembang dari berbagai kebiasaan.
Dari penyebab itu lah mulai berkembang mitos-mitos tentang mata minus yang hingga sekarang masih dipercaya.
Dr Jovina See, direktur klinis Shinagawa Eye Center, pun angkat suara terkait mitos-mitos dan kesalahpahaman seputar mata minus pada anak-anak ini, dilansir dari Asia One.
- Melihat hal-hal berwarna hijau dapat mengurangi atau mencegah mata minus
Menurut para ahli, penyebab mata minus pada anak adalah melakukan pekerjaan dalam waktu lama dan intens yang dilakukan dari dekat.
"Memandangi pepohonan hijau memang tidak membantu mengurangi atau membalikkan (mengobati) miopia. Tapi itu membuat kita untuk mengambil jeda untuk melihat ke kejauhan dan karenanya dapat membantu mencegah perkembangan miopia," tutur Dr See.
Ia menambahkan, berdasarkan studi, peningkatan aktivitas di luar ruangan dan paparan sinar matahari dapat melindungi mata dari minus.
- "Jangan membaca di tempat gelap, jangan membaca di dalam mobil, menonton TV harus dari jarak jauh"
Semua kegiatan ini biasanya membuat seseorang berfokus pada benda-benda dekat dalam waktu lama, yang meningkatkan kemungkinan mengembangkan mata minus.
"Selama jarak yang tepat dipertahankan dan mengambil beberapa jeda atau mengistirahatkan mata, kegiatan ini tidak menyebabkan miopia meningkat," kata Dr See.
"Namun, jika melihat anak Anda membaca buku dengan sangat dekat atau menonton TV sangat dekat, coba tegur mereka," sambungnya.
- Tidur awal untuk mencegah mata minus
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidur lebih awal dapat membantu mencegah mata minus, kata Dr See.
Tetapi karena banyak anak yang tidur larut karena bermain gadget, mitos ini sebenarnya tidak salah. Sebab, melihat layar gadget secara intens dalam jarak dekat untuk waktu yang lama dapat memperburuk miopia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com/Asia One
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Budaya literasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menangkal hoaks sekaligus menjaga identitas budaya Jogja di tengah derasnya arus informasi
Wisata Sungai Oya di Tahura Bunder viral. Pengelola menegaskan kawasan ini tidak gratis dan retribusi mengacu Perda DIY Nomor 11 Tahun 2023.
Basarnas menyatakan 46 penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar selamat. Sebanyak 23 orang masih dalam pencarian.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Ekonom menilai pengembangan biofuel generasi kedua pasca-B50 menghadapi tantangan pembiayaan, bahan baku, teknologi, dan kepastian kebijakan.