Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela Rp340 Triliun
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Ilustrasi bayi dengan penyakit jantung bawaan./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA -- Di usia di atas 40 tahun, perempuan memiliki risiko yang lebih banyak saat melahirkan, dibandingkan dengan melahirkan di usia lebih muda. Salah satunya, adalah anak yang dilahirkan rentan dengan penyakit jantung.
Ahli penyakit jantung Prof. dr. Ganesja M. Harimurti mengatakan ibu yang hamil dengan usia di atas 40 tahun rentan melahirkan anak dengan penyakit jantung bawaan.
"Faktor risiko yang menyebabkan anak dengan penyakit jantung bawaan, salah satunya hamil di atas umur 40 tahun," ujarnya seperti dilansir Antara, Sabtu (12/10/2019).
Dokter Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta itu menjelaskan perempuan yang hamil di atas 40 tahun harus melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Namun, memang lebih baik menghindari hamil di usia tersebut.
Hal lain yang juga bisa membuat anak mengidap penyakit jantung bawaan adalah ketika hamil, sang ibu kerap minum obat sembarangan. Ibu hamil mesti berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum minum obat, bahkan ketika penyakitnya ringan seperti pusing atau flu.
Kemudian, penyakit darah tinggi dan diabetes yang diderita sang ibu juga dapat berpengaruh. Ada pula faktor keturunan.
"Selain itu, hindari rokok karena membahayakan janin," tegasnya.
Dia menjelaskan sebanyak 8 dari 1.000 anak yang lahir menderita penyakit jantung bawaan. Sayangnya, kondisi ini tidak diiringi dengan jumlah rumah sakit yang bisa menangani penyakit itu.
Tidak semua provinsi memiliki rumah sakit yang dapat menangani penyakit ini. Bahkan, di seluruh Indonesia, jumlahnya hanya sekitar 10 rumah sakit.
"Ada sekitar empat rumah sakit di Jakarta," sebutnya.
Jumlah dokter yang dapat menangani penyakit ini juga masih sangat terbatas. Setidaknya ada tiga faktor yang berpengaruh, yakni biaya pendidikan dokter yang cukup mahal, lama pendidikan yang cukup panjang, dan penyakit jantung bawaan masih kalah populer dari penyakit jantung koroner.
Pemerintah pun diminta untuk terlibat dengan memberikan fasilitas penyakit jantung bawaan di rumah sakit daerah. Jumlah dokter dan tenaga medis lain yang bisa menangani penyakit tersebut pun harus ditambah agar pasien dapat melakukan operasi di daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Basarnas menyatakan 46 penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar selamat. Sebanyak 23 orang masih dalam pencarian.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Ekonom menilai pengembangan biofuel generasi kedua pasca-B50 menghadapi tantangan pembiayaan, bahan baku, teknologi, dan kepastian kebijakan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 17 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut PIP telah menyalurkan pembiayaan Rp65 triliun kepada 14,9 juta pelaku UMKM hingga Juni 2026.