Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Tulus saat tampil di depan ribuan Teman Tulus dalam konser bertajuk Tur Sewindu Tulus di Jogja Expo Center, Bantul, Kamis (26/9/2019) malam./Istimewa-Panitia
Harianjogja.com, JOGJA—Menandai delapan tahun kariernya di tarik suara, Muhammad Tulus, atau yang beken dikenal Tulus menggelar konser bertajuk Tur Sewindu Tulus, Kamis (26/9/2019) malam. Konser yang digelar di Jogja Expo Center, Banguntapan, Kabupaten Bantul itu, penyanyi yang juga seorang arsitek itu tampil menghibur penggemarnya selama lebih dari dua jam.
Baru dibawakan Tulus sebagai pembuka konsernya. Lagu yang ia rilis 2014 silam itu memantik para Teman Tulus (sebutan bagi para penggemar Tulus) untuk bernyanyi bersama. Begitu pula ketika dia membawakan hits-nya yang lain seperti Ruang Sendiri, Tuan Nona Kesepian, dan Satu Hari di Bulan Juni.
Lighting panggung yang gemerlap, didominasi warna lampu putih, oranye, dan biru, menjadikan konser terasa hangat. Lantunan lagu per lagu menghanyutkan penonton untuk bernyanyi bersama hingga diakhir pertunjukan ditutup dengan lagu Manusia kuat.
Konser itu kian terasa hangat ketika ada salah satu Teman Tulus yang diajak naik ke atas panggung oleh Tulus. Sembari naik ke panggung, Rani, nama salah satu Teman Tulus itu, membawa buket berisi delapan tangkai bunga. “Bunga ini berjumlah delapan tangkai sesuai delapan tahun Tulus berkarya,” ujar Rani di atas Panggung.
Uniknya, dalam Tur Sewindu Tulus, ada sebuah alat musik ketuk berupa koper yang dimainkan di atas panggung. Koper itu, kata Tulus, jadi saksi kariernya di dunia musik selama delapan tahun. “Koper itu ada di video klip lagi Monokrom,” kata Tulus saat berbincang dengan awak media di backstage sesaat sebelum naik panggung.
Saat ditanya alasan memilih Jogja sebagai salah satu lokasi turnya, penyanyi berusia 32 tahun itu mengakui Jogja menjadi salah satu kota yang selalu membuatnya rindu. “Saya rindu kehangatan di Jogja,” ucap Tulus.
Selain di Jogja, Tur Sewindu Tulus juga sukses digelar di Malang, Selasa (24/9) lalu. Rencananya, setelah dari Jogja Tur Sewindu Tulus akan digelar di sejumlah kota, seperti Solo, Makassar, dan ditutup di Jakarta.
Tulus mengaku, setelah merampungkan turnya itu, Tulus akan menggarap album baru pada Desember mendatang. "Saya akan lebih banyak menghabiskan waktu di Studio setelah tur ini. Konsepnya seperti apa, biasanya secara natural saja nanti munculnya.”
CEO Rajawali Indonesia sebagai promotor Tur Sewindu Tulus, Anas Syahrul Alimi, mengatakan rangkaian konser Tulus itu bisa jadi tempat untuk saling berbalas apresiasi dengan para pendengar musiknya, serta merayakan 8 tahun perjalan musik ini bersama-sama. “Perjalanan yang tentu mustahil tanpa dukungan dari teman-teman yang mendengarkan, dan banyak pihak yang terlibat di proses kreatifnya,” ujar dia beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.