Penerbangan Jember-Surabaya Dibuka Lagi, Dorong Ekonomi Tapal Kuda
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Ilustrasi nyamuk malaria/JIBI
Harianjogja.com, PAPUA - Pada 2030, Indonesia mencanangkan bebas malaria. Namun 11 tahun bukan waktu yang mudah mengingat daerah timur Indonesia jadi tantangan terberat.
Papua, daerah tertinggi berkembangnya wabah yang berasal dari nyamuk itu, khususnya Manokwari ibu kota Papua Barat.
Mengapa itu bisa terjadi? dan apa sebab di Papua malaria begitu sulit dibasmi? Staf Ali Kementerian Ekonomi Kesehatan, dr.H.Moh Subuh MPPM mengungkap setidaknya beberapa faktor beratnya penanganan malaria di Papua.
1. Geografis dan budaya
Seperti diketahui penduduk Papua masih kental dengan budaya, juga tidak sedikit yang masih hidup di pedalaman, dekat dengan kebun, rawa dan popohonan tempat bersarangnya nyamuk.
"Masalah penduduk tinggal di rawa-rawa itu juga masalah besar, mungkin dengan dibukanya transportasi yang dilakukan oleh pak presiden, itu juga bisa minimal mengatasi secara geografis bagaimana nanti masyarakat di sana bisa hidup," ungkap dr. Subuh.
2. Kurang edukasi
Papua dan beberapa daerah timur Indonesia lainnya dianggap sebagai salah satu daerah tertinggal. Sedangkan Presiden Joko Widodo memang menargetkan Papua sebagai fokus pembangunan manusia dengan memberi edukasi ihwal kesehatan.
"Sekarang ibu menteri (kesehatan) mengutus, utusan khusus pejabat eselon 1 untuk mendampingi segala program di Papua, khususnya masalah imunisasi dan penyakit menular. Jadi mereka harus didampingi," jelasnya.
3. Kurang kesadaran
Kesadaran belum tumbuh mengingat masyarakatnya belum teredukasi tentang pentingnya kesehatan. Karena menurut dr.Subuh jika masyarakat sadar mereka akan berupaya mencari solusi agar tidak terjangkit malaria.
"Mereka sadar bahwa malaria adalah penyakit menular yang dapat dicegah, kalau sadar mereka akan melakujan perilaku upaya pencegahan. Contohnya kita sediakan kelambu dipakai kelambunya, dia bersih-bersih dong lingkungannya terhadap perindukkan nyamuk," paparnya.
4. Kurang kerjasama berbagai sektor
Dr. Teguh mengatakan wabah malaria tidak hanya tugas pemerintah tapi juga memerlukan kerjasama sektor swasta termasuk bidang kedokteran atau perusahaan yang berdiri di tanah Papua.
Terbukti saat perusahaan terlibat angka API di Papua menurun drastis. Karena perusahaan biasanya menerapkan kepada karyawannya cara hidup bersih saat bekerja atau di tempat kerjanya.
"Di beberapa daerah yang ada company-nya mereka sudah menyentuh, seperti di Papua Barat, di Kabupaten Teluk Bintuni, itu luar biasa sekali, kerjasama antara lintas sektor dan sektor private, dia bisa menurunkan API (Annual Parasite Incidence) itu dari 200 menjadi di bawah 5 dalam waktu 3 tahun, dia dapat penghargaan di Dubai," pungkasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Ramalan zodiak Jumat 29 Mei 2026, Leo dan Capricorn diprediksi paling beruntung dalam cinta, karier, dan keuangan.
SNBT UNY 2026 mencatat 60 ribu pendaftar, hanya 2.497 yang lolos dengan D4 Teknik Sipil jadi jurusan paling ketat.
Manchester City ditinggal lima staf inti setelah Pep Guardiola hengkang, menandai awal era baru di Etihad Stadium.
Trik aluminium foil di router WiFi memang bisa mengarahkan sinyal, tetapi tidak menambah kecepatan internet secara signifikan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.