Erick Thohir Ajukan Anggaran Kemenpora Rp4,019 Triliun
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Ilustrasi-Daging kambing yang sudah dimasak
Harianjogja.com, JAKARTA - Pada momentum penyembelihan hewan kurban, topik pembahasan tentang "torpedo" bakal sering muncul. "Torpedo" kambing selama ini dianggap memiliki manfaat meningkatkan gairah seksual terutama pada pria.
Anggapan tersebut muncul bersama anggapan bahwa mengkonsumsi daging setengah matang juga bisa memberi dampak serupa dengan mengkonsumsi "torpedo". Benarkah demikian?
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH mengungkapkan bahwa mengonsumsi "torpedo" atau penis kambing dan daging setengah matang bisa meningkatkan gairah seksual adalah mitos.
"Informasi seputar torpedo dan konsumsi daging setengah matang sudah diyakini lama meningkatkan gairah seksual atau libido walau ilmu pengetahuan sampai saat ini masih mengatakan bahwa ini sebenarnya hanya mitos yang terus berkembang di tengah masyarakat," kata Ari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/8/2019).
Ari yang merupakan akademisi dan praktisi kesehatan itu menerangkan hingga saat ini masyarakat meyakini bahwa "torpedo" atau sate kambing setengah matang dapat meningkatkan gairah seksual. Sebagian besar menghubungkan konsumsi daging kambing dengan peningkatan gairah seksual atau libido.
Ari mengakui bahwa memang testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual. Namun sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena banyak faktor lainnya dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan.
"Bisa saja karena merasa sudah mengonsumsi torpedo kambing seseorang merasa yakin bahwa libidonya meningkat, dan bisa saja justru semangat tinggi inilah yang akhirnya meningkatkan libido seseorang tersebut," jelas Ari.
Di sisi lain, daging kambing dan daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh, dan lemak jenuh ini banyak mengandung LDL atau lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah baik di otak maupun jantung.
Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Namun Ari mengingatkan agar tidak mengonsumsi daging kurban baik itu sapi atau kambing secara berlebihan.
"Daging tetap penting karena mengandung protein tinggi yang penting, tetapi jangan dikonsumsi berlebihan," jelas Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Ratusan warga memadati kompleks Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, untuk menyaksikan Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan