Danantara Bidik Investasi Rp1.200 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 2027
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Anak-anak saat dikhitan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman, Selasa (18/12/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JAKARTA-- Di Indonesia, sunat, khitan, atau sirkumsisi pada lelaki lebih sering dilakukan karena faktor agama dan budaya. Namun, pakar bedah anak mengatakan, ada beberapa indikasi medis yang membuat lelaki harus disunat.
dr. Yessi Eldiyani, Sp.BA, dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, menyebut sunat pada dasar merupakan tindakan untuk memotong sebagian kulit preputium yang menutupi penis.
Tindakan ini menjadi wajib dilakukan, ketika lelaki atau anak lelaki mengalami tiga indikasi medis, di antaranya:
1. Fimosis patologis
Fimosis merupakan kulup penis yang melekat kencang pada kepala penis sehingga tidak dapat ditarik ke belakang melewati kepala penis. Kondisi ini umum terjadi pada anak berusia dua hingga enam tahun.
Seiring waktu, kulup penis seharusnya mulai terpisah dari kepala penis secara alami. Namun, bagi beberapa anak, kulup penis masih belum dapat ditarik ke belakang hingga usia 17 tahun.
Fimosis ini biasanya berhubungan dengan peradangan pada kepala penis (balanitis) dan peradangan pada kulup dan kepala penis (balanopostitis) yang terjadi secara berulang.
Fimosis masih dianggap wajar dan tidak menimbulkan masalah selama terjadi saat masih bayi dan balita.
2. Infeksi saluran kemih berulang
Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang bisa menyerang lelaki dan perempuan. Namun pada lelaki, penyebabnya bisa terjadi dikarenan adanya masalah pada ujung penis.
Hal ini yang membuat sunat menjadi salah satu solusi bagi lelaki yang mengalami infeksi saluran kemih berulang.
3. Paraphimosis
Jika fimosis merupakan kondisi kulit kepala penis yang melekat kencang sehingga tak bisa ditarik ke belakang, maka paraphimosis merupakan kebalikannya.
Paraphimosis merupakan keadaan di mana preputium yang telah ditarik ke bagian belakang, tidak dapat dikembalikan pada posisi semula.
Hal ini membuatnya harus dipotong alias sirkumsisi, sehingga tidak mengganggu kesehatan penis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.