Advertisement

Tenang! Gejala ISPA Bisa Diatasi di Rumah, Ini Syaratnya

Newswire
Jum'at, 17 April 2026 - 12:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Tenang! Gejala ISPA Bisa Diatasi di Rumah, Ini Syaratnya Ilustrasi ISPA / FReepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebagian besar kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut ternyata dapat ditangani secara mandiri di rumah selama gejalanya masih ringan. Hal ini disampaikan Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, yang menekankan pentingnya penanganan awal yang tepat sebelum kondisi memburuk.

Menurutnya, ISPA umumnya menyerang saluran napas bagian atas, mulai dari hidung hingga tenggorokan. Gejala yang sering muncul antara lain tenggorokan kering, suara serak, batuk, hingga rasa tidak nyaman saat menelan.

Advertisement

“Sebagian besar memang bisa ditangani di rumah, misalnya dengan istirahat cukup dan minum air hangat,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Perbanyak Cairan dan Jaga Kelembapan Saluran Napas

Ia menjelaskan, salah satu kunci pemulihan ISPA adalah menjaga saluran napas tetap lembap. Oleh karena itu, penderita dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, terutama air hangat.

Selain itu, menghirup uap air tanpa campuran obat juga dapat membantu meredakan iritasi pada saluran pernapasan. Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi rasa kering serta membantu melegakan pernapasan.

Penggunaan obat-obatan seperti penurun panas atau pereda batuk juga diperbolehkan untuk mengurangi gejala. Namun, Tjandra mengingatkan agar penggunaan obat tertentu, terutama antibiotik atau antivirus, tidak dilakukan sembarangan tanpa konsultasi medis.

Waspadai Gejala yang Memburuk

Meski banyak kasus bisa pulih dengan perawatan mandiri, masyarakat diminta tetap waspada terhadap tanda-tanda kondisi yang memburuk. Jika gejala tidak kunjung membaik setelah tiga hari, atau disertai penurunan kondisi tubuh, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk semakin berat, nyeri dada, serta munculnya sesak napas. Kondisi ini bisa menjadi indikasi infeksi telah menjalar ke paru-paru dan berpotensi berkembang menjadi Pneumonia.

“Kalau sudah sampai ke paru-paru, batuk dalam, napas cepat, itu harus segera ditangani tenaga medis,” jelasnya.

Cuaca Jadi Faktor Risiko

Lebih lanjut, ia menyoroti perubahan cuaca ekstrem, terutama kondisi panas yang disertai perubahan mendadak, dapat meningkatkan risiko ISPA. Situasi ini membuat daya tahan tubuh rentan menurun sehingga lebih mudah terserang infeksi.

Untuk itu, masyarakat diimbau menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Pentingnya Pencegahan

Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci utama agar tidak mudah terserang ISPA. Selain menjaga pola makan dan istirahat, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari paparan polusi juga dapat membantu menekan risiko penularan.

Dengan penanganan yang tepat sejak dini dan kesadaran menjaga kesehatan, sebagian besar kasus ISPA dapat diatasi tanpa harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bakal Ditarif, Selat Hormuz Jadi Sumber Cuan Iran, Nilainya Fantastis

Bakal Ditarif, Selat Hormuz Jadi Sumber Cuan Iran, Nilainya Fantastis

News
| Jum'at, 17 April 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement