Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah resmi membuka rekrutmen nasional untuk mengisi posisi manajer dalam program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) serta pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa dan kawasan pesisir.
Dalam rekrutmen kali ini, sebanyak 30.000 posisi manajer Kopdes Merah Putih disiapkan. Menariknya, posisi tersebut nantinya akan terintegrasi dengan skema Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga membuka peluang karier yang lebih luas bagi para peserta yang lolos seleksi.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, pendaftaran telah dibuka sejak 15 April 2026 dan akan ditutup pada 24 April 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi berikut:
Pemerintah menetapkan sejumlah persyaratan dasar bagi pelamar yang ingin mengikuti seleksi manajer Kopdes Merah Putih, yakni:
Pendidikan minimal Diploma III (D3)
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75
Usia maksimal 35 tahun
Selain itu, seluruh tahapan seleksi dipastikan gratis tanpa pungutan biaya, sehingga peserta diimbau untuk waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen ini.
Program Strategis Nasional
Sebagai informasi, Kopdes Merah Putih merupakan program yang diluncurkan oleh Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa di tengah tantangan global.
Berbeda dengan koperasi konvensional, Kopdes Merah Putih mengusung konsep bisnis yang lebih terintegrasi. Koperasi ini tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga mengelola berbagai unit usaha produktif.
Tujuh Unit Usaha Wajib
Setiap Kopdes Merah Putih diwajibkan memiliki minimal tujuh unit usaha sebagai penopang ekonomi desa, meliputi:
Gerai sembako
Apotek desa
Kantor koperasi
Unit simpan pinjam
Klinik desa
Cold storage atau rantai dingin
Unit logistik dan distribusi
Dengan model ini, koperasi diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan perikanan, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Tiga Skema Pengembangan
Implementasi Kopdes Merah Putih dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yaitu pembentukan koperasi baru, pengembangan koperasi yang sudah berjalan, serta revitalisasi koperasi yang tidak aktif.
Melalui rekrutmen besar-besaran ini, pemerintah berharap dapat menghadirkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengelola koperasi secara profesional, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Program ini juga menjadi peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi desa berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Asal usul Anak Krakatau berawal dari letusan dahsyat Krakatau 1883. Simak sejarah Krakatau lama hingga kemunculan Anak Krakatau.
Pakar mengingatkan risiko abu vulkanis bagi penderita asma dan PPOK. Masker N95 dan stok obat disarankan untuk mengurangi risiko serangan.
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal mewaspadai gelombang hingga 4 meter pada 8-11 September 2026.
BNPB telah memverifikasi 51.591 rumah terdampak gempa M7,7 Flores. Sebanyak 2.382 rumah tercatat rusak berat.