Advertisement
Viral dan Dikritik, Lirik Erika Kini Tak Bisa Dicari
Pernyataan Sikap HMT ITB - itb.ac.id
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Lirik lagu “Erika” versi orkes mahasiswa Institut Teknologi Bandung mendadak hilang dari hasil pencarian Google setelah menuai kontroversi. Konten tersebut sebelumnya ramai dikritik karena dinilai mengandung unsur tidak pantas dan meresahkan publik.
Kini, pengguna hanya menemukan versi lagu lain yang berasal dari Jerman, sementara lirik yang sempat viral tersebut tidak lagi muncul di mesin pencari.
Advertisement
Perubahan hasil pencarian ini langsung terasa bagi pengguna internet yang sebelumnya mudah menemukan lirik lagu tersebut. Penghapusan ini diduga berkaitan dengan penilaian konten yang mengandung unsur pelecehan seksual sehingga tidak lagi ditampilkan secara publik.
Sebelumnya, lirik lagu “Erika” versi orkes semi-dangdut milik Himpunan Mahasiswa Tambang ITB sempat menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet menilai isi liriknya vulgar dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku.
BACA JUGA
Hingga saat ini, pihak Google belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penghapusan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan media juga belum mendapatkan respons.
Di tengah sorotan publik, organisasi mahasiswa tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dalam keterangan resmi, mereka mengakui adanya keresahan yang ditimbulkan dari beredarnya lagu tersebut.
"Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami memahami dan menyadari sensitivitas isu ini serta menyampaikan keprihatinan dan empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis HMT ITB.
Mereka menjelaskan bahwa lagu “Erika” merupakan karya lama yang telah ada sejak era 1980-an dan kerap dibawakan dalam kegiatan orkes semi-dangdut organisasi tersebut. Namun, penggunaan kembali lagu itu di era sekarang diakui sebagai kelalaian.
"Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut di tengah perkembangan norma sosial dan kesusilaan masyarakat saat ini," demikian pernyataan mereka.
Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa konten lagu tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan akademik.
Sebagai tindak lanjut, mereka telah berkoordinasi untuk menurunkan berbagai konten terkait, baik video maupun audio, dari kanal resmi maupun akun individu yang terafiliasi, termasuk rekaman lama yang kembali viral.
Selain itu, evaluasi internal dilakukan secara menyeluruh, mencakup konten, pelaksanaan kegiatan, hingga sistem pengawasan organisasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Standar dan pedoman kegiatan juga akan diperbarui agar lebih selaras dengan nilai etika di lingkungan kampus dan masyarakat luas.
Respons juga datang dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Menteri Brian Yuliarto menegaskan pentingnya menjaga lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
"Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan berintegritas bagi seluruh civitas academica. Karena itu, kami menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di kampus, dalam bentuk apa pun," ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas di lingkungan pendidikan tinggi harus menjunjung tinggi nilai etika, termasuk dalam produksi dan penyebaran konten yang dikonsumsi publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Jadwal KRL Solo-Jogja 15 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
- Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
Advertisement
Advertisement








