Advertisement

Viral dan Dikritik, Lirik Erika Kini Tak Bisa Dicari

Jumali
Rabu, 15 April 2026 - 22:17 WIB
Jumali
Viral dan Dikritik, Lirik Erika Kini Tak Bisa Dicari Pernyataan Sikap HMT ITB - itb.ac.id

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Lirik lagu “Erika” versi orkes mahasiswa Institut Teknologi Bandung mendadak hilang dari hasil pencarian Google setelah menuai kontroversi. Konten tersebut sebelumnya ramai dikritik karena dinilai mengandung unsur tidak pantas dan meresahkan publik.

Kini, pengguna hanya menemukan versi lagu lain yang berasal dari Jerman, sementara lirik yang sempat viral tersebut tidak lagi muncul di mesin pencari.

Advertisement

Perubahan hasil pencarian ini langsung terasa bagi pengguna internet yang sebelumnya mudah menemukan lirik lagu tersebut. Penghapusan ini diduga berkaitan dengan penilaian konten yang mengandung unsur pelecehan seksual sehingga tidak lagi ditampilkan secara publik.

Sebelumnya, lirik lagu “Erika” versi orkes semi-dangdut milik Himpunan Mahasiswa Tambang ITB sempat menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet menilai isi liriknya vulgar dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

Hingga saat ini, pihak Google belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penghapusan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan media juga belum mendapatkan respons.

Di tengah sorotan publik, organisasi mahasiswa tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dalam keterangan resmi, mereka mengakui adanya keresahan yang ditimbulkan dari beredarnya lagu tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami memahami dan menyadari sensitivitas isu ini serta menyampaikan keprihatinan dan empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis HMT ITB.

Mereka menjelaskan bahwa lagu “Erika” merupakan karya lama yang telah ada sejak era 1980-an dan kerap dibawakan dalam kegiatan orkes semi-dangdut organisasi tersebut. Namun, penggunaan kembali lagu itu di era sekarang diakui sebagai kelalaian.

"Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut di tengah perkembangan norma sosial dan kesusilaan masyarakat saat ini," demikian pernyataan mereka.

Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa konten lagu tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan akademik.

Sebagai tindak lanjut, mereka telah berkoordinasi untuk menurunkan berbagai konten terkait, baik video maupun audio, dari kanal resmi maupun akun individu yang terafiliasi, termasuk rekaman lama yang kembali viral.

Selain itu, evaluasi internal dilakukan secara menyeluruh, mencakup konten, pelaksanaan kegiatan, hingga sistem pengawasan organisasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Standar dan pedoman kegiatan juga akan diperbarui agar lebih selaras dengan nilai etika di lingkungan kampus dan masyarakat luas.

Respons juga datang dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Menteri Brian Yuliarto menegaskan pentingnya menjaga lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan berintegritas bagi seluruh civitas academica. Karena itu, kami menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di kampus, dalam bentuk apa pun," ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas di lingkungan pendidikan tinggi harus menjunjung tinggi nilai etika, termasuk dalam produksi dan penyebaran konten yang dikonsumsi publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran

Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran

News
| Rabu, 15 April 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement