Keselamatan Penerbangan Indonesia 78,85 Persen, Lampaui Rata-rata Global
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
Tangkapan layar - ilustrasi mi lethek khas Yogyakarta. ANTARA/Sean Filo Muhamad/Instagram kpr_kebumen
Harianjogja.com, JOGJA—Produk pangan tradisional khas Jogja, mi lethek, kembali mencuri perhatian setelah hasil riset terbaru menunjukkan keunggulan dari sisi kesehatan. Penelitian yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bahwa mi lethek memiliki kandungan pati yang lebih ramah bagi tubuh.
Peneliti dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN, Hermawan, mengungkapkan mi lethek mengandung sekitar 63 persen slowly digestible starch (SDS). Jenis pati ini dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga pelepasan glukosa ke dalam darah berlangsung secara bertahap.
“Karakter ini membuat mi lethek tidak memicu lonjakan gula darah secara cepat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Indeks Glikemik Lebih Rendah
Selain kandungan SDS yang tinggi, mi lethek juga memiliki nilai indeks glikemik di kisaran 68–69. Angka ini lebih rendah dibandingkan mi instan berbahan dasar tepung terigu yang umumnya memiliki indeks glikemik di atas 80.
Perbedaan ini menjadikan mi lethek sebagai alternatif pangan yang lebih aman untuk membantu mengontrol kadar gula darah, terutama bagi masyarakat yang berisiko mengalami gangguan metabolik seperti diabetes.
Dipengaruhi Proses Tradisional
Keunggulan nutrisi tersebut tidak lepas dari proses produksi mi lethek yang masih mempertahankan metode tradisional. Bahan baku utama berupa singkong kering atau gaplek difermentasi, kemudian digiling menggunakan batu, dikukus berulang, dan dijemur secara alami di bawah sinar matahari.
Menurut Hermawan, rangkaian proses ini membentuk struktur pati yang lebih kompleks sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh.
“Metode tradisional yang diwariskan turun-temurun ini justru memberikan nilai tambah dari sisi kesehatan dan kualitas produk,” jelasnya.
Potensi untuk Diversifikasi Pangan
Temuan ini membuka peluang besar bagi pengembangan mi lethek sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan nasional. Dengan bahan baku singkong yang mudah dibudidayakan dan adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan, mi lethek dinilai dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap gandum impor.
Selain itu, pengembangan lebih lanjut juga memungkinkan dilakukan, seperti fortifikasi dengan bahan pangan lokal lain tanpa menghilangkan cita rasa dan karakter tradisionalnya.
Lebih dari Sekadar Kuliner
Bagi masyarakat Jogja, mi lethek bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya. Dengan dukungan riset ilmiah, potensi kuliner tradisional ini kini semakin diakui sebagai pangan sehat yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Mi lethek adalah perpaduan antara budaya dan sains. Dengan pendekatan yang tepat, produk ini bisa menjadi solusi pangan sehat sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional,” pungkas Hermawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
Muhammad Zidan mengajukan talak cerai terhadap Raisya Bawazier. Sidang perdana digelar 1 September 2026 di Jakarta Pusat.
Pedro Acosta finis kedua di MotoGP Aragon 2026. Pol Espargaro menyebut performanya menjadi pasokan oksigen bagi KTM.
Pokémon: Wild Card resmi diumumkan dan dijadwalkan tayang global pada 2027. Teaser perdana menampilkan Mimikyu dan pemain TCG misterius.
Jose Mourinho memberikan penghormatan kepada Lionel Messi setelah bintang Argentina itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.
Wakil presiden bukan jabatan wajib di setiap negara. Rusia, Korea Selatan, Prancis hingga Meksiko punya mekanisme suksesi tanpa wakil presiden.