Advertisement
Tanpa Album Sejak 2016, Rihanna Malah Pecahkan Rekor Dunia Terbaru
Rihanna - Instagram
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penyanyi dunia Rihanna kembali mencetak sejarah besar dengan menembus angka fantastis 200 juta sertifikasi singel di Amerika Serikat. Pencapaian luar biasa ini menjadikannya sebagai artis wanita pertama di dunia yang mampu menyentuh angka tersebut sepanjang sejarah industri musik.
Rekor ini sekaligus menegaskan bahwa pengaruh sang diva asal Barbados tersebut tetap sangat kuat meski ia sudah cukup lama tidak merilis album studio terbaru. Data resmi dari Recording Industry Association of America (RIAA) menunjukkan bahwa hingga pertengahan April 2026, total sertifikasi singel Rihanna telah menyentuh angka 200,5 juta unit. Prestasi ini menjadi bukti nyata bagi para penggemar musik global bahwa popularitas sejati tidak selalu bergantung pada frekuensi rilisan terbaru, melainkan pada kekuatan magnetik nama besar sang bintang.
Advertisement
Dengan angka yang mencengangkan tersebut, pelantun lagu Umbrella ini kini kokoh menempati posisi ketiga dalam daftar artis dengan sertifikasi singel terbanyak sepanjang masa. Ia berada tepat di bawah Drake yang memimpin di posisi puncak dengan 277,5 juta unit, serta penyanyi country Morgan Wallen yang mengantongi 215 juta unit. Yang membuat capaian ini semakin mencolok adalah fakta bahwa Rihanna belum merilis album penuh sejak album ANTI yang diluncurkan pada 2016 silam.
Sejak satu dekade terakhir, ia memang terlihat jauh lebih selektif dalam menelurkan karya baru. Meski sempat hadir lewat lagu Lift Me Up sebagai lagu tema film Black Panther: Wakanda Forever serta beberapa kolaborasi terbaru, fokus Rihanna tampaknya tidak melulu soal produktivitas rekaman. Hingga saat ini, rencana peluncuran album barunya masih menjadi tanda tanya besar bagi jutaan penggemarnya di seluruh dunia.
BACA JUGA
"Setelah menunggu lama, apa yang saya rilis harus benar-benar berarti," ujar Rihanna menegaskan prinsipnya dalam berkarya. Sikap ini menunjukkan bahwa ia lebih mengutamakan kualitas yang mampu bertahan lama di telinga pendengar dibandingkan sekadar mengejar kuantitas rilisan di pasar. Bagi Rihanna, musik adalah tentang makna mendalam yang tidak bisa diproduksi secara terburu-buru.
Di sisi lain, kehidupan pribadinya juga tidak luput dari sorotan publik dunia. Salah satunya adalah insiden mengejutkan berupa aksi penembakan di sekitar kediamannya di Beverly Hills pada Maret 2026 lalu. Meski kejadian tersebut sempat memicu kekhawatiran massal, beruntung insiden itu dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Terlepas dari berbagai dinamika kehidupan pribadinya, pencapaian 200 juta sertifikasi ini semakin mengukuhkan status Rihanna sebagai salah satu ikon terbesar yang pernah ada dalam sejarah musik dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
Advertisement
Advertisement









