FIFA Buka Peluang 64 Tim di Piala Dunia 2030, Indonesia Bisa Lolos?
FIFA kaji penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Usulan ini bisa buka peluang besar bagi Indonesia lolos ke putaran final.
Video klip “Selalu Ada" dari ADA Band/Tangkapan layar
Harianjogja.com, JOGJA — ADA Band kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis video klip terbaru berjudul “Selalu Ada”. Karya ini menjadi penanda perjalanan hampir 30 tahun sekaligus refleksi kedewasaan musikal mereka.
Lagu ini tidak sekadar menjadi rilisan baru, tetapi juga menghadirkan pesan emosional yang kuat tentang perjalanan hidup, pertemuan, dan perpisahan.
Terinspirasi Kisah Personal
Salah satu kekuatan lagu ini terletak pada liriknya yang sederhana namun bermakna dalam, seperti kalimat “semua datang dan pergi, mewarnai cerita kita”.
Vokalis Indra Perdana Sinaga atau Naga mengungkapkan, lirik tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat berpisah dengan band sebelumnya, Lyla. Pengalaman tersebut menjadi refleksi tentang kehilangan sekaligus pelajaran hidup yang kemudian dituangkan ke dalam lagu.
Lagu “Selalu Ada” ditulis oleh bassist Dika Satjadibrata. Ia menyebut inspirasi lagu berasal dari berbagai kisah nyata di sekitarnya, khususnya dinamika hubungan manusia. Pendekatan ini membuat lagu terasa lebih dekat dan relevan dengan pengalaman banyak orang.
Secara musikal, ADA Band tetap mempertahankan ciri khas mereka melalui melodi kuat dan lirik emosional. Namun, aransemen lagu dikemas lebih modern dan intim agar sesuai dengan selera pendengar masa kini. Hasilnya, lagu ini tetap terasa familiar bagi penggemar lama, sekaligus mampu menjangkau generasi baru.
Visual Emosional di Video Klip
Video klip “Selalu Ada” mengusung pendekatan emosional yang menggambarkan pentingnya kehadiran seseorang dalam hidup, serta memori yang ditinggalkan setelah perpisahan. Visual tersebut memperkuat pesan lagu tentang makna kehadiran dan kehilangan dalam kehidupan.
Selama hampir tiga dekade, ADA Band telah melewati berbagai fase industri musik, mulai dari era kaset dan CD hingga platform digital dan streaming.
Kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan identitas menjadi kunci keberlangsungan mereka di tengah perubahan zaman. Rilisan “Selalu Ada” menjadi bukti bahwa ADA Band masih relevan dan mampu menyentuh pendengar lintas generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA kaji penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Usulan ini bisa buka peluang besar bagi Indonesia lolos ke putaran final.
Kebakaran restoran Rong Beer Na Ladprao di Bangkok tewaskan 30 orang, mayoritas terjebak di toilet. 17 perempuan dan 8 pria teridentifikasi.
Diego Forlan ditunjuk sebagai pelatih sementara Uruguay usai Marcelo Bielsa mundur. Misi Forlan: bangkitkan La Celeste dan lolos ke Piala Dunia 2030.
BYD membuka opsi refund penuh kepada 1.265 konsumen di Australia setelah menjual mobil dengan tahun produksi berbeda. Kerugian perusahaan berpotensi menembus Rp
Apple siapkan chip M7 Ultra 2028 untuk AI, dengan memori 1,5TB dan performa setara Nvidia Blackwell. Langkah ambisius di era kecerdasan buatan.
Wonderwall milik Oasis berubah menjadi lagu keberuntungan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Tradisi baru ini menyatukan pemain dan suporter saat The Three Lio