Advertisement

Pasta Tak Selalu Bikin Gula Darah Melonjak, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Maya Herawati
Rabu, 25 Maret 2026 - 18:07 WIB
Maya Herawati
Pasta Tak Selalu Bikin Gula Darah Melonjak, Ini Penjelasan Ahli Gizi Foto ilustrasi pasta. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Konsumsi pasta kerap dikaitkan dengan lonjakan gula darah, namun ahli gizi menyebut anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Dalam kondisi tertentu, pasta justru dapat dikonsumsi tanpa memicu kenaikan gula darah yang berlebihan.

Menurut penjelasan ahli gizi asal Amerika Serikat, Gina Hassick, seperti dikutip dari Eatingwell, Rabu (25/3/2025) cara mengonsumsi pasta jauh lebih menentukan dibanding sekadar frekuensinya.

Advertisement

Lonjakan Gula Darah Bergantung Cara Konsumsi

Pasta tetap termasuk karbohidrat yang akan dipecah menjadi glukosa saat dicerna. Proses ini secara alami akan meningkatkan kadar gula darah, tetapi sekaligus menjadi sumber energi bagi tubuh.

“Pasta adalah karbohidrat, sehingga ia terurai menjadi glukosa selama pencernaan dan dapat meningkatkan kadar gula darah, terutama jika dimakan sendirian atau dalam porsi besar,” kata Gina Hassick,

Pada orang tanpa diabetes, tubuh umumnya mampu mengontrol lonjakan ini melalui insulin. Namun bagi penderita diabetes, konsumsi pasta perlu lebih diperhatikan agar tidak memicu kenaikan gula darah yang berlebihan.

Tidak Semua Karbohidrat Bereaksi Sama

Menariknya, pasta disebut memiliki efek yang lebih stabil dibandingkan jenis karbohidrat lain seperti roti putih atau makanan manis.

Hassick menjelaskan bahwa pasta memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah. Struktur protein di dalam pasta memperlambat proses pencernaan, sehingga kenaikan gula darah terjadi lebih bertahap.

Penelitian juga menunjukkan bahwa bahkan pasta dari gandum olahan tetap memiliki indeks glikemik yang tergolong rendah dibandingkan karbohidrat lain.

Jenis Pasta dan Pendamping Jadi Penentu

Pilihan bahan pasta turut memengaruhi respons gula darah. Pasta berbahan gandum utuh, kacang buncis, atau lentil dinilai lebih baik karena mengandung lebih banyak serat dan protein.

Kombinasi menu juga menjadi faktor penting. Mengonsumsi pasta bersama sayuran, protein tanpa lemak seperti ayam atau ikan, serta lemak sehat seperti minyak zaitun dapat membantu menjaga kestabilan gula darah.

Bisa Dikonsumsi Setiap Hari dengan Catatan

Pasta tetap bisa menjadi bagian dari menu harian, mengingat kebutuhan karbohidrat mencapai sekitar 45% hingga 65% dari total kalori harian.

Namun, Hassick menegaskan bahwa keseimbangan menu dan ukuran porsi lebih berpengaruh dibandingkan seberapa sering pasta dikonsumsi.

Orang dengan masalah gula darah tetap dapat mengonsumsi pasta setiap hari selama dikombinasikan dengan pola makan seimbang.

Cara Sederhana Menekan Dampak Gula Darah

Beberapa strategi dapat dilakukan untuk mengurangi dampak pasta terhadap gula darah. Salah satunya adalah memasak pasta dalam jumlah besar, lalu mendinginkannya sebelum dipanaskan kembali.

Proses ini membentuk pati resisten yang lebih lambat dicerna tubuh. Selain itu, memasak pasta dalam kondisi al dente juga membantu menurunkan indeks glikemiknya.

Porsi juga perlu diperhatikan. Konsumsi sekitar satu cangkir pasta matang atau dua ons pasta kering disarankan, dengan tambahan sayuran dalam jumlah lebih banyak.

Dengan pendekatan yang tepat, pasta tidak harus dihindari, melainkan bisa tetap dinikmati tanpa mengganggu keseimbangan gula darah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Eatingwell

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Merasa Difitnah Menteri HAM Natalius Pigai Siapkan Langkah Hukum

Merasa Difitnah Menteri HAM Natalius Pigai Siapkan Langkah Hukum

News
| Rabu, 25 Maret 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement