Jadwal Komplet dan Tarif Bus DAMRI Jogja-YIA, 27 Agustus 2026
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Koktail/freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 13 Mei menjadi hari yang cukup unik karena dunia memperingati sejumlah momentum berbeda, mulai dari seni meracik minuman, gerakan perdagangan adil, hingga perayaan kuliner pai apel.
Meski terdengar sederhana, ketiga peringatan tersebut menyimpan sejarah panjang dan pesan sosial yang masih relevan hingga sekarang.
Berikut tiga peringatan dunia yang jatuh pada 13 Mei:
Hari Koktail Sedunia diperingati setiap 13 Mei untuk menandai lahirnya definisi modern tentang koktail.
Sejarahnya bermula dari artikel surat kabar The Balance and Columbian Repository di Hudson, New York, yang terbit pada 13 Mei 1806.
Dalam artikel tersebut, editor Harry Croswell mendefinisikan koktail sebagai minuman beralkohol yang dicampur dengan gula, air, dan bitter.
Definisi itu kemudian dianggap sebagai tonggak awal budaya koktail modern di dunia.
Peringatan ini secara resmi dipopulerkan pada 2006 oleh Museum Koktail Amerika bersama organisasi asal Inggris, Drinkaware.
Seiring perkembangan tren kuliner, konsep koktail kini juga berkembang menjadi mocktail atau minuman tanpa alkohol yang populer di berbagai kafe dan restoran.
Di Indonesia, istilah koktail sering merujuk pada minuman segar berbahan buah, sirup, dan soda.
Hari Perdagangan Adil Sedunia menjadi momentum untuk mengkampanyekan sistem perdagangan yang lebih adil bagi petani, nelayan, hingga pengrajin kecil.
Gerakan ini dipelopori World Fair Trade Organization sejak 2004 dan umumnya diperingati setiap Sabtu kedua bulan Mei.
Tujuan utama gerakan tersebut adalah memastikan produsen kecil mendapatkan upah layak dan kondisi kerja yang aman.
Tema global pada 2026 adalah “Together We Are the Business Revolution!” yang menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam praktik bisnis.
Gerakan Fair Trade juga mengajak konsumen lebih bijak memilih produk yang mendukung perdagangan berkeadilan dan keberlangsungan UMKM lokal.
Di Amerika Serikat, 13 Mei dikenal sebagai Hari Pai Apel Nasional.
Pai apel telah lama menjadi simbol budaya populer Amerika melalui ungkapan “as American as apple pie”.
Meski demikian, sejarah pai apel sebenarnya berasal dari Eropa.
Catatan resep pai apel sudah ditemukan di Inggris sejak abad ke-14 dan berkembang lebih populer di Amerika setelah dibawa imigran Belanda pada abad ke-17.
Pai apel khas Amerika dikenal memiliki kulit pastry tebal dengan isian apel manis yang kaya rempah seperti kayu manis dan pala.
Pada peringatan ini, masyarakat Amerika biasanya membuat pai sendiri di rumah, mengadakan lomba memasak, hingga menikmati pai apel hangat bersama es krim vanila.
Ketiga peringatan tersebut menunjukkan bahwa satu tanggal dapat memiliki makna berbeda di berbagai belahan dunia.
Mulai dari budaya kuliner hingga isu perdagangan global, semuanya menjadi pengingat bahwa kebiasaan sehari-hari sering memiliki sejarah dan nilai sosial yang lebih dalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Kamis 27 Agustus 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
Apindo mendorong RUU Ketenagakerjaan menyeimbangkan perlindungan pekerja, kepastian hukum, produktivitas, dan daya saing usaha.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
ATR/BPN menyiapkan PTSL dan sertifikasi lintas sektoral untuk mendukung target 3 juta rumah MBR pada 2026-2027.
Islamic Relief Indonesia melanjutkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/202