Jadi Pahlawan Timnas Indonesia, Emil Audero Tuai Apresiasi Rayo
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Koktail/freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 13 Mei menjadi hari yang cukup unik karena dunia memperingati sejumlah momentum berbeda, mulai dari seni meracik minuman, gerakan perdagangan adil, hingga perayaan kuliner pai apel.
Meski terdengar sederhana, ketiga peringatan tersebut menyimpan sejarah panjang dan pesan sosial yang masih relevan hingga sekarang.
Berikut tiga peringatan dunia yang jatuh pada 13 Mei:
Hari Koktail Sedunia diperingati setiap 13 Mei untuk menandai lahirnya definisi modern tentang koktail.
Sejarahnya bermula dari artikel surat kabar The Balance and Columbian Repository di Hudson, New York, yang terbit pada 13 Mei 1806.
Dalam artikel tersebut, editor Harry Croswell mendefinisikan koktail sebagai minuman beralkohol yang dicampur dengan gula, air, dan bitter.
Definisi itu kemudian dianggap sebagai tonggak awal budaya koktail modern di dunia.
Peringatan ini secara resmi dipopulerkan pada 2006 oleh Museum Koktail Amerika bersama organisasi asal Inggris, Drinkaware.
Seiring perkembangan tren kuliner, konsep koktail kini juga berkembang menjadi mocktail atau minuman tanpa alkohol yang populer di berbagai kafe dan restoran.
Di Indonesia, istilah koktail sering merujuk pada minuman segar berbahan buah, sirup, dan soda.
Hari Perdagangan Adil Sedunia menjadi momentum untuk mengkampanyekan sistem perdagangan yang lebih adil bagi petani, nelayan, hingga pengrajin kecil.
Gerakan ini dipelopori World Fair Trade Organization sejak 2004 dan umumnya diperingati setiap Sabtu kedua bulan Mei.
Tujuan utama gerakan tersebut adalah memastikan produsen kecil mendapatkan upah layak dan kondisi kerja yang aman.
Tema global pada 2026 adalah “Together We Are the Business Revolution!” yang menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam praktik bisnis.
Gerakan Fair Trade juga mengajak konsumen lebih bijak memilih produk yang mendukung perdagangan berkeadilan dan keberlangsungan UMKM lokal.
Di Amerika Serikat, 13 Mei dikenal sebagai Hari Pai Apel Nasional.
Pai apel telah lama menjadi simbol budaya populer Amerika melalui ungkapan “as American as apple pie”.
Meski demikian, sejarah pai apel sebenarnya berasal dari Eropa.
Catatan resep pai apel sudah ditemukan di Inggris sejak abad ke-14 dan berkembang lebih populer di Amerika setelah dibawa imigran Belanda pada abad ke-17.
Pai apel khas Amerika dikenal memiliki kulit pastry tebal dengan isian apel manis yang kaya rempah seperti kayu manis dan pala.
Pada peringatan ini, masyarakat Amerika biasanya membuat pai sendiri di rumah, mengadakan lomba memasak, hingga menikmati pai apel hangat bersama es krim vanila.
Ketiga peringatan tersebut menunjukkan bahwa satu tanggal dapat memiliki makna berbeda di berbagai belahan dunia.
Mulai dari budaya kuliner hingga isu perdagangan global, semuanya menjadi pengingat bahwa kebiasaan sehari-hari sering memiliki sejarah dan nilai sosial yang lebih dalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
Edisi pertama Harry Potter and the Goblet of Fire bertanda tangan J.K. Rowling hadir di BBW 2026 melalui kolaborasi dengan Goldsboro Books.
Polda Sultra menempatkan dua anggota Polres Baubau di patsus selama tujuh hari terkait dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis TV One.
Timnas Putri U17 Indonesia mengalahkan Singapura 5-0 dan lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 di China dengan sembilan poin sempurna.