Taylor Swift dan Travis Kelce Minta Tamu Datang Tanpa Kado
George Kittle membocorkan aturan unik pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce yang melarang tamu membawa kado menjelang acara pada Juli 2026.
Koktail/freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 13 Mei menjadi hari yang cukup unik karena dunia memperingati sejumlah momentum berbeda, mulai dari seni meracik minuman, gerakan perdagangan adil, hingga perayaan kuliner pai apel.
Meski terdengar sederhana, ketiga peringatan tersebut menyimpan sejarah panjang dan pesan sosial yang masih relevan hingga sekarang.
Berikut tiga peringatan dunia yang jatuh pada 13 Mei:
Hari Koktail Sedunia diperingati setiap 13 Mei untuk menandai lahirnya definisi modern tentang koktail.
Sejarahnya bermula dari artikel surat kabar The Balance and Columbian Repository di Hudson, New York, yang terbit pada 13 Mei 1806.
Dalam artikel tersebut, editor Harry Croswell mendefinisikan koktail sebagai minuman beralkohol yang dicampur dengan gula, air, dan bitter.
Definisi itu kemudian dianggap sebagai tonggak awal budaya koktail modern di dunia.
Peringatan ini secara resmi dipopulerkan pada 2006 oleh Museum Koktail Amerika bersama organisasi asal Inggris, Drinkaware.
Seiring perkembangan tren kuliner, konsep koktail kini juga berkembang menjadi mocktail atau minuman tanpa alkohol yang populer di berbagai kafe dan restoran.
Di Indonesia, istilah koktail sering merujuk pada minuman segar berbahan buah, sirup, dan soda.
Hari Perdagangan Adil Sedunia menjadi momentum untuk mengkampanyekan sistem perdagangan yang lebih adil bagi petani, nelayan, hingga pengrajin kecil.
Gerakan ini dipelopori World Fair Trade Organization sejak 2004 dan umumnya diperingati setiap Sabtu kedua bulan Mei.
Tujuan utama gerakan tersebut adalah memastikan produsen kecil mendapatkan upah layak dan kondisi kerja yang aman.
Tema global pada 2026 adalah “Together We Are the Business Revolution!” yang menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam praktik bisnis.
Gerakan Fair Trade juga mengajak konsumen lebih bijak memilih produk yang mendukung perdagangan berkeadilan dan keberlangsungan UMKM lokal.
Di Amerika Serikat, 13 Mei dikenal sebagai Hari Pai Apel Nasional.
Pai apel telah lama menjadi simbol budaya populer Amerika melalui ungkapan “as American as apple pie”.
Meski demikian, sejarah pai apel sebenarnya berasal dari Eropa.
Catatan resep pai apel sudah ditemukan di Inggris sejak abad ke-14 dan berkembang lebih populer di Amerika setelah dibawa imigran Belanda pada abad ke-17.
Pai apel khas Amerika dikenal memiliki kulit pastry tebal dengan isian apel manis yang kaya rempah seperti kayu manis dan pala.
Pada peringatan ini, masyarakat Amerika biasanya membuat pai sendiri di rumah, mengadakan lomba memasak, hingga menikmati pai apel hangat bersama es krim vanila.
Ketiga peringatan tersebut menunjukkan bahwa satu tanggal dapat memiliki makna berbeda di berbagai belahan dunia.
Mulai dari budaya kuliner hingga isu perdagangan global, semuanya menjadi pengingat bahwa kebiasaan sehari-hari sering memiliki sejarah dan nilai sosial yang lebih dalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
George Kittle membocorkan aturan unik pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce yang melarang tamu membawa kado menjelang acara pada Juli 2026.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.