Advertisement
Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Membebani Ginjal
Ilustrasi ginjal. - Foto ini dibuat oleh AI - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele dapat perlahan merusak fungsi ginjal. Dampaknya sering tidak terasa di awal, tetapi bisa berujung pada gangguan serius ketika gejala mulai muncul.
Kondisi ini membuat kesehatan ginjal kerap diabaikan, padahal organ ini berperan penting dalam menyaring limbah, menjaga keseimbangan cairan, mengatur elektrolit, hingga mengontrol tekanan darah.
Advertisement
Kerusakan Terjadi Tanpa Gejala Jelas
Masalah ginjal sering berkembang secara diam-diam. Saat masih berfungsi normal, tubuh tidak memberikan sinyal apa pun. Namun ketika mulai terganggu, tanda yang muncul cenderung ringan seperti mudah lelah, pembengkakan, atau perubahan frekuensi buang air kecil.
BACA JUGA
Gejala tersebut kerap dianggap sepele. Padahal, ketika tanda-tanda mulai terasa jelas, kerusakan ginjal bisa saja sudah terjadi.
Prof (Dr) Vishal Singh, Direktur Nefrologi di Max Super Speciality Hospital, India, menjelaskan ginjal termasuk organ yang kuat, tetapi tetap rentan terhadap kerusakan jangka panjang akibat kebiasaan yang tidak disadari.
"Ginjal adalah organ yang sangat kuat. Mereka membersihkan zat berbahaya dan menjaga tekanan darah setiap saat. Namun, mereka juga bisa menderita kerusakan perlahan akibat kebiasaan sehari-hari yang biasanya tidak disadari orang," jelasnya, seperti dikutip dari Times of India, Senin (23/3/2026).
Kebiasaan Harian yang Perlu Diwaspadai
Sejumlah kebiasaan yang sering dilakukan tanpa sadar dapat memperberat kerja ginjal. Salah satunya adalah konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan, terutama tanpa pengawasan medis.
Selain itu, pola makan tinggi protein tanpa kontrol juga dapat meningkatkan beban kerja ginjal, khususnya bagi mereka yang memiliki gangguan ginjal yang belum terdeteksi.
Kurang tidur menjadi faktor lain yang sering diabaikan. Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan hormon dan tekanan darah, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan ginjal.
Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dengan baik juga dapat memicu kerusakan bertahap jika dibiarkan tanpa penanganan tepat.
Perubahan Sederhana yang Berdampak Besar
Untuk menjaga kesehatan ginjal, sejumlah langkah sederhana dapat dilakukan secara konsisten. Salah satunya adalah memastikan asupan cairan tercukupi agar proses penyaringan limbah berjalan optimal.
Mengontrol tekanan darah dan gula darah juga penting karena keduanya menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis.
Mengurangi konsumsi garam dan makanan olahan membantu menurunkan beban kerja ginjal akibat kelebihan natrium. Selain itu, menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga dapat meningkatkan aliran darah serta fungsi ginjal secara keseluruhan.
Pemeriksaan Rutin Jadi Kunci Deteksi Dini
Pemeriksaan fungsi ginjal sebaiknya dilakukan secara berkala, meski tanpa gejala. Untuk orang dewasa sehat, tes darah dan urine dapat dilakukan setiap beberapa tahun.
Sementara bagi kelompok berisiko seperti penderita diabetes, hipertensi, obesitas, penyakit jantung, atau yang memiliki riwayat keluarga penyakit ginjal, pemeriksaan dianjurkan setidaknya setahun sekali.
Tes sederhana seperti kreatinin serum, eGFR, dan protein urine dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul.
Rokok dan Alkohol Perburuk Kondisi
Kebiasaan merokok diketahui merusak pembuluh darah dan mengurangi pasokan oksigen ke tubuh, yang berdampak pada ginjal. Selain itu, merokok juga mempercepat pembentukan jaringan parut pada organ tersebut.
Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat memicu dehidrasi, meningkatkan tekanan darah, serta mengganggu keseimbangan kimia tubuh. Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol dinilai membantu menjaga fungsi ginjal tetap stabil.
Prof (Dr) Vishal Singh menegaskan, menjaga ginjal tidak memerlukan langkah rumit, tetapi konsistensi dalam kebiasaan sehat sehari-hari.
"Dengan minum cukup air, makan secara sehat, menghindari terlalu banyak obat-obatan, tetap aktif, dan melakukan tes rutin, kebanyakan orang dapat menjaga ginjal mereka tetap sehat seiring bertambahnya usia," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : The Times of India
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polres Wonosobo Pastikan Balon Udara Lebaran 2026 Wajib Ditambatkan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






