Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Ilustrasi sakit maag, sakit perut, gangguan pencernaan./Shutterstock
Harianjogja.com, JAKARTA—Perjalanan mudik jarak jauh dapat menjadi tantangan bagi penderita GERD. Karena itu, persiapan khusus diperlukan agar asam lambung tetap stabil dan perjalanan menuju kampung halaman berlangsung aman serta nyaman.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FK UI RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.P.D.-K.G.E.H., membagikan sejumlah tips mudik penderita GERD supaya kondisi tubuh tetap terjaga selama perjalanan.
Ia menyarankan pemudik dengan riwayat GERD memilih waktu keberangkatan pada malam hari atau saat tidak sedang berpuasa. Strategi ini bertujuan menjaga kecukupan energi sekaligus mencegah lambung kosong terlalu lama yang dapat memicu peningkatan asam lambung ketika perjalanan masih berlangsung.
Selain mengatur waktu perjalanan, pemudik juga dianjurkan membawa bekal makanan dari rumah agar kualitas dan kebersihannya lebih terjamin. Menurut Ari, penderita GERD sebaiknya tidak jajan sembarangan di rest area atau di pinggir jalan karena standar higienitasnya belum tentu terjaga dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa pada masa Lebaran, sejumlah rumah sakit di daerah kerap menerima pasien dengan keluhan lambung akibat konsumsi makanan yang kurang higienis selama perjalanan mudik. Oleh karena itu, beberapa jenis makanan sebaiknya dibatasi bahkan dihindari, seperti gorengan, cokelat, serta keju yang berpotensi memicu kambuhnya gejala GERD.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah pengelolaan stres selama perjalanan. Kondisi kemacetan panjang saat arus mudik kerap menimbulkan tekanan mental yang pada akhirnya berdampak pada kondisi fisik, termasuk memicu gangguan pencernaan.
Untuk mengatasinya, pemudik disarankan membawa gawai beserta perangkat pendukung seperti pengisi daya portabel atau powerbank. Kehadiran hiburan sederhana dari gawai dapat membantu mengalihkan rasa jenuh dan mengurangi stres saat perjalanan tersendat di jalan.
Persiapan perjalanan bagi penderita GERD juga perlu dilengkapi dengan obat-obatan pribadi, terutama obat penetral asam lambung, sebagai langkah antisipasi jika gejala muncul di tengah perjalanan. Hal ini penting karena akses menuju apotek atau fasilitas kesehatan tidak selalu mudah dijangkau ketika arus kendaraan sedang padat di jalur mudik.
Kewaspadaan tersebut semakin penting bagi pemudik yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti berusia di atas 40 tahun, perokok aktif, maupun mereka yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30. Gejala seperti nyeri dada, sensasi terbakar pada dada (heartburn), hingga rasa pahit di mulut perlu segera diantisipasi agar tidak mengganggu perjalanan maupun momen silaturahmi bersama keluarga di kampung halaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.